NAWACITApost.com - Sebanyak 38 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami krisis air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 441.798 jiwa terdampak kekeringan sejak 3 Mei-9 Oktober 2023.
"Perkiraan dampak krisis air atau kekeringan 38 kecamatan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Muhammad Adam Hamdani, dalam keterangannya, Selasa (10/10/2023).
Adapun kecamatan yang terdampak kekeringan antara lain Tenjo, Jasinga, Leuwiliang, Cibungbulang, Rumpin, Cigudeg, Sukajaya, Nanggung, Pamijahan, Leuwisadeng, dan Gunung Sindur. Kemudian, Parung Panjang, Bojong Gede, Kemang, Parung Ciseeng, Ciawi, Cisarua, Tenjolaya, Tamansari, Dramaga, Cibungbulang, Rancabungur, Caringin, serta Ciomas.
Selanjutnya, Cijeruk, Babakan Madang, Cariu, Klapanunggal, Gunung Putri, Cibinong, Sukaraja, Citeureup, Jonggol, Sukamakmur, Tanjungsari, Megamendung, dan Cigombong. Data tersebut tercatat hingga Senin (9/10).
Dari 38 kecamatan yang terdampak tersebut, sebanyak 192 desa atau kelurahan yang terdampak. "Desa atau kelurahan terdampak 192, jumlah keluarga 128.171," ungkap Adam.
Menurut dia, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga sebanyak 4.213.000 liter. Air yang disalurkan untuk para warga bervariasi mulai dari 2.500 liter hingga 30.000 liter.
Sementara itu, Komandan Kompi TRC BPBD Kabupaten Bogor Hayat Hidayat menambahkan, bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa langsung lapor ke desa dan kelurahan setempat. "Setelah ada laporan dari kecamatan, kita langsung gerak cepat mendistribusikan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat," kata dia.