Minggu, 19 Juli 2026

Melalui IPAT, Kemensos Atasi Kekeringan di Gunungkidul

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Minggu, 8 Oktober 2023 | 12:33 WIB
Melalui IPAT, Kemensos Atasi Kekeringan di Gunungkidul. Foto: Kemensos.
Melalui IPAT, Kemensos Atasi Kekeringan di Gunungkidul. Foto: Kemensos.

NAWACITApost.com – Kementerian Sosial (Kemensos) terus berkomitmen dalam menangani masalah kekeringan yang rutin melanda sebagian masyarakat Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada tahun ini, ada perubahan signifikan berkat adanya Instalasi Pengolahan Air Terpadu (IPAT) yang diperkenalkan oleh Kemensos melalui program Keserasian Sosial.

Kemensos telah memasang IPAT di dua lokasi strategis, yaitu Kalurahan Karangsari Pakunewon Semin dan Kalurahan Giring Pakunewon Kaliyan. Bantuan ini mencakup pengolahan air bersih dan penyediaan air minum yang dapat diakses langsung oleh masyarakat setempat. Sementara itu, pengaliran air bersih ke rumah-rumah merupakan inisiatif swadaya masyarakat.

Salah satu warga, Marsinah (53), tak bisa menyembunyikan rasa suka citanya melihat sumber air yang selama ini diidam-idamkan. Marsinah adalah salah satu warga yang secara swadaya memasang pipa dari IPAT untuk dialiri ke rumah. Kini, ia bisa dengan nyaman menggunakan air untuk keperluan rumah tangga dan memberi minum sapi miliknya.

“Alhamdulillah sekali. Saya senang banget udah lama kan saya mimpi-mimpi. Katanya kan mau bikin sumur bor, tapi kan belum-belum terus. Pokoknya seneng banget, Alhamdulillah banget akhirnya benar-benar ada, nyata keluar. Kalau kemarau begini nggak nyari kemana-mana,” ujar Marsinah dikutip dari keterangan tertulis Kemensos.

Sebelumnya, Marsinah menggunakan air sumur milik tetangga yang rumahnya sudah tidak didiami. Namun saat kemarau, air sumur surut sehingga tidak bisa dipompa. Dalam kondisi ini, Marsinah terpaksa ke sungai. Kondisinya pun tinggal genangan air dan tidak layak dikonsumsi.

“Jauh naik motor nyuci baju itu. Kalau udah banyak, satu kresek gitu dibawa ke sana. Tapi alhamdulillah, sekarang ada ini (IPAT), jadi nggak ke sana lagi,” ujarnya.

Selain air bersih, Marsinah juga mengambil air siap minum. Air ini diolah dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) yang memfiltrasi kuman, virus, dan zat kimia sehingga aman dikonsumsi. Marsinah sendiri secara rutin mengkonsumsi air dari RO sejak dua bulan yang lalu.

Selain aman diminum, air dari RO mampu menghemat pengeluaran masyarakat. Setidaknya ini dialami oleh Sugiman (58), warga Padukuhan Kendal, Kalurahan Giring, Pakunewon Kaliyan.

Sebelumnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual angkringan ini harus merogoh kocek Rp10.000 per hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air.

“Biasanya beli air isi ulang harganya Rp10.000, tapi setelah ada itu cuman ambil gratis. Jadi nggak pakai uang untuk mengurangi biaya,” katanya.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini