Kamis, 4 Juni 2026

Visi Misi Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 20 September 2023 | 10:26 WIB

NAWACITApost.com - Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan menyampaikan visi dan misi mereka ketika terpilih menjadi presiden 2024. Visi dan misi ketiga calon presiden (capres) itu disampaikan dalam acara "3 Bacapres Bicara Gagasan" yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (19/9/2023).

Sejumlah sektor disoroti oleh Ganjar, Prabowo, maupun Anies. Ketiganya, bicara tentang pendidikan, kesehatan, hingga lapangan kerja. Ulasan mengenai visi dan misi mereka, simak selengkapnya di bawah ini.

Ganjar Pranowo


Di bidang pendidikan, Ganjar mengusulkan supaya materi pembelajaran dikaitkan dengan kebutuhan industri. Tujuannya, supaya pencari kerja bisa terserap dengan optimal.

Capres yang diusung PDI Perjuangan ini mengaku pernah menerapkan langkah tersebut di tiga Sekolah Menengah Tinggi (SMK) di Jawa Tengah. Hasilnya pun tak mengecewakan.

“Pada saat saya jadi gubernur, saya buat SMK di Jateng, tiga sebagai uji coba, hanya menerima dari kelompok miskin. Ketat, kami bayar penuh, boarding school, sampai hari ini 100 persen lulusannya terserap,” kata Ganjar.

Saat menjalankan program ini, Ganjar mengaku memberikan keleluasaan bagi industri untuk ikut mengatur materi pembelajaran bagi siswa di tiga SMK. "Industrinya, saya izinkan, sebagai teaching industry, mereka boleh mengubah kurikulum," kata Ganjar.

Prabowo Subianto


Bakal capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto banyak bicara soal lapangan pekerjaan. Jika terpilih sebagai presiden kedelapan RI, ia mengaku bakal menyetop penjualan bahan mentah ke negara lain.

Prabowo tidak ingin sumber daya alam (SDA) Indonesia yang sebenarnya bernilai tinggi, diekspor dengan harga murah. "Ini yang akan percepat lompatan kita. Sekarang, di bawah pemimpin Pak Jokowi, kita tak mau sumber alam kita diekspor dijual murah. Kita hentikan ekspor murah, kta olah di Indonesia," katanya.

Prabowo menyebut, Indonesia punya banyak SDA yang jumlahnya melimpah, seperti nikel dan bauksit. Sebagai komoditas andalan, pembangunan smelter nikel dan bauksit di Tanah Air terus dilanjutkan ke depan. Pembangunan pabrik yang masif ini diharapkan akan berdampak pada perluasan lapangan kerja.

"Ini pekerjaan saudara-saudara semua, anak-anak kita. Kita tidak mau anak-anak kita diupah rendah," ucapnya.

Namun, lanjut Prabowo, program tersebut harus dibarengi dengan pemberantasan korupsi. Sebab, praktik korupsi menghambat kemajuan negara.

Prabowo juga menyampaikan gagasan tentang program swasembada pangan. Lewat program ini, Menteri Pertahanan ini ingin agar Indonesia ke depan jadi lumbung pangan dunia.

"Mencapai swasembada pangan kita bukan saja jadi swasembada kita bisa jadi lumbung pangan dunia itu cita-cita," tuturnya.

Anies Baswedan


Anies Baswedan mengungkapkan, misi utama gerbong koalisinya adalah menghadirkan keadilan dan kesetaraan di bidang kesehatan hingga pendidikan. Anies menuturkan, misi itu menjadi landasan utama koalisi untuk merencanakan perbaikan di berbagai bidang.

"Kita sekarang bertanggung jawab menghadirkan keadilan kesetaraan. Itulah misi utama dari perubahan," kata Anies.

Di bidang kesehatan, misalnya, Anies ingin seluruh wilayah Indonesia dan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan. "Kita menginginkan agar akses kepada kesehatan mulai ibu mengandung, bayi dalam kandungan, sampai ketika mereka aktif, itu coverage atas keterjaminan kesehatan," tuturnya.

Di bidang pendidikan, Anies ingin anak-anak Indonesia memiliki kesetaraan kesempatan mengenyam pendidikan. Sebab, kata dia, pendidikan merupakan bekal utama untuk mengembangkan potensi setiap manusia di Indonesia.

Anies bahkan tidak ingin menggunakan istilah “sumber daya manusia”, namun menyebutnya sebagai pengembangan kualitas manusia Indonesia. Faktanya, kata Anies, saat ini tidak semua anak di Indonesia memiliki akses yang setara.

"Jumlah bangku SD sama SMA yang sekarang bentuknya seperti piramida. Makin tinggi jenjang pendidikannya, makin sedikit jumlah bangkunya. Artinya, banyak anak-anak kita yang tersingkir. Tidak bisa mendapatkan pendidikan minimal hingga pendidikan menengah," ujarnya.

Selain soal akses, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini ingin biaya pendidikan terjangkau. Pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk mengurangi beban pengelola kampus.

Menurut Anies, pengelola kampus tidak bisa dibebani dengan tanggung jawab besar untuk mencari biaya kegiatan kampus. "Supaya kampus betul-betul menjadi institusi yang memungkinkan siapa saja berpartisipasi. Sudah cukup biaya pendidikan yamg terlalu tinggi di kampus-kampus kita," lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini