Minggu, 19 Juli 2026

UNESCO Tetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Dunia

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 19 September 2023 | 16:25 WIB
Foto: Jakarta.com
Foto: Jakarta.com

NAWACITApost.com - Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia. Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Luar Biasa ke-45 Komite Warisan Dunia di Arab Saudi pada 18 September 2023.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad menyampaikan terima kasih kepada Komisi Warisan Dunia UNESCO yang telah menetapkan warisan asli Indonesia tersebut. ""Sumbu Filosofi Yogyakarta dengan nama The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks, kini tidak hanya menjadi milik Yogyakarta atau Indonesia, tetapi juga menjadi milik dunia," kata dia, dikutip Selasa (19/9/2023).

Sumbu Filosofi menjadi warisan budaya dunia ke lima yang dimiliki Indonesia setelah Candi Borobudur dan Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran (1996), Subak Bali (2012), serta Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (2019). Menurut UNESCO, Sumbu Filosofi Yogyakarta diakui sebagai warisan budaya dunia karena memiliki arti penting secara universal.

Konsep tata ruang yang dicetuskan oleh Raja pertama Kesultanan Yogyakarta, Hamengku Buwono I, pada abad ke-18. Ia dibuat berdasarkan konsepsi Jawa berbentuk jalan lurus dari Panggung Krapyak menuju Keraton Yogyakarta hingga Tugu Pal Putih.

Dari ketiga titik tersebut apabila ditarik suatu garis lurus akan membentuk sumbu imajiner yang dikenal sebagai Sumbu Filosofi Yogyakarta. Struktur jalan beserta kawasan di sekelilingnya memiliki filosofis Jawa yang bermakna keberadaan manusia yang meliputi daur hidup manusia (Sangkan Paraning Dumadi) dan kehidupan harmonis antarmanusia dan antara manusia dengan alam (Hamemayu Hayuning Bawana).

Selain itu, filosofis lainnya menunjukkan adanya hubungan antara manusia dan Sang Pencipta serta antara pemimpin dan rakyatnya (Manunggaling Kawula Gusti), serta dunia mikrokosmik dan makrokosmik. Bukti peradaban budaya melekat pada Sumbu Filosofi Yogyakarta ditunjukkan banyaknya tradisi dan praktik budaya Jawa yang dilakukan di sekitar kawasan bangunan. Misalnya acara pemerintahan, hukum adat, seni, sastra, festival, dan ritual-ritual.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menyampaikan, penetapan Sumbu Filosofi Yogyakarta ini bukan hanya untuk mendapatkan pengakuan dari negara, namun untuk melestarikan warisan budaya yang ada di Yogyakarta. "Perjuangan mempertahankan status jauh lebih berat, karena Sumbu Filosofi tidak hanya menjadi milik DIY, Indonesia tapi juga milik dunia," kata dia.

Rep: Asri Geto

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini