Kamis, 4 Juni 2026

BSI Targetkan 20 Juta Nasabah Tahun Ini

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 31 Agustus 2023 | 17:02 WIB

NAWACITApost.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) optimistis jumlah nasabah bisa menembus angka 20 juta pada akhir tahun 2023. Jumlah nasabah BSI sendiri terus tumbuh sejak pertama kali berdiri pada tahun 2021. Dalam 2,5 tahun nasabah BSI bahkan tumbuh hingga 5 juta orang.

Per Mei 2023, jumlah nasabah BSI sudah mencapai 19 juta dan menjadikan perseroan bank nomor 5 dengan jumlah nasabah terbesar di Indonesia. Untuk meningkatkan lagi jumlah nasabah, BSI menggencarkan literasi dan inklusi keuangan syariah, termasuk dengan menggandeng FEB UI.

Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho, angka pertumbuhan ini tidak lepas dari upaya literasi dan inklusi keuangan syariah yang terus digaungkan oleh BSI sejak awal. “Kita nomor 5 bank dengan jumlah nasabah terbesar. Mungkin akhir tahun ini akan ada 20 juta nasabah,” kata Cahyo, di Universitas Indonesia (UI), Kamis (31/8/2023).

Cahyo menambahkan saat ini BSI terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan syariah yang baru mencapai 12,12%, tertinggal dari indeks keuangan secara umum yang mencapai 85,10%. Belum idealnya angka inklusi ini juga sejalan dengan masih rendahnya literasi keuangan syariah yang baru di level 9,14% pada 2022.

Oleh karena itu, dalam kuliah umum tersebut, Cahyo mengajak seluruh civitas akademika di FEB UI untuk bersama-sama meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah di Indonesia. “Sehingga keberadaan bank syariah dapat dirasakan manfaatnya bagi seluruh civitas di Kampus FEB-UI yang berjumlah lebih dari 6.000 orang, termasuk 397 orang dosen serta sekitar 314 orang karyawan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017 Muliaman D Hadad mengatakan, penguatan ekosistem keuangan syariah perlu didorong melalui kolaborasi seluruh stakeholders. Ekosistem keuangan syariah menurutnya luar biasa besar, mencakup keuangan komersial dan sosial syariah, industri halal, komunitas dunia usaha, hingga ekosistem pendukung ekonomi syariah.

“Ekosistem yang saya maksud ini bukan hanya keuangan syariah tapi semua stakeholders atau partisipan yang masuk di dalam sistem ekonomi syariah. Ini menjadi bagian dari ekosistem yang harus diakselerasi kemajuannya,” ujarnya.

Dekan FEB UI Teguh Dartanto menambahkan upaya penguatan ekosistem syariah tak terlepas dari potensi ekonomi dan keuangan syariah yang besar di Indonesia. Penetrasi keuangan syariah nasional masih sekitar 7% selama 5 tahun terakhir.

Untuk itu, menurutnya, ruang pertumbuhan yang dimiliki keuangan syariah masih luas. Mengingat negara ini berpenduduk mayoritas muslim atau sekitar 86,7% dari total populasi sekitar 270 juta jiwa.

“Menurut saya adalah hal yang sangat penting sekali bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri,” tuturnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini