Kamis, 4 Juni 2026

Soal Polemik Tabungan Siswa SD, Bupati Pangandaran Tawarkan Solusi Ini

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 20 Juli 2023 | 15:59 WIB

NAWACITApost.com - Polemik tabungan siswa SD di Pangandaran, Jawa Barat hingga saat ini belum selesai. Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata pun ikut turun tangan. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melakukan pembenahan dan menginventarisir persoalan tabungan ini.

"Sekarang, saya sedang menginventarisir seluruh persoalan tabungan di Kabupaten Pangandaran," ujar Jeje, Kamis (20/7/2023).

Ia mengaku sudah mengetahui solusi apa yang harus dilakukan ke depan dan sudah mengambil langkah-langkah. Anak-anak yang menabung di sekolah tetap berjalan, namun nanti pihak sekolah akan bekerja sama dengan pihak perbankan di Pangandaran.

"Nanti, langsung ke bank melalui sekolah," katanya.

Menurutnya, uang tabungan murid ini macet tentu bukan hanya terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran. "Tapi, dimana mana. Mungkin saja terjadi di luar Kecamatan Cijulang dan Kecamatan Parigi," ucap Jeje.

Jeje mengatakan, ada 4 solusi yang bisa dilakukan untuk mengembalikan uang tabungan, yaitu dibayar dengan cara mencicil, menjual aset, hingga proses hukum. "Saya bilang, ada tiga pilihan kalau sangkutan guru ke mereka (koperasi). Yaitu, dicicil sampai bulan Desember 2023, aset miliknya dijual sesuai utangnya, dan melalui proses hukum kalau memang tidak ada (tidak ada uang dan aset)," ujar Jeje.

Terkait dengan peminjam yang sudah meninggal dunia, Jeje mengatakan, tentu akan ditanyakan kepada ahli waris, termasuk opsi iuran. "Nah, itu yang saya bersama Pak Kadis Pendidikan dikoordinasikan. Apakah, kita harus iuran misalnya Rp50 ribuan dan sebagainya. Kalau iuran Rp50 ribuan itu kan, bisa terkumpul Rp300 juta dalam sebulan," kata dia.

Diketahui, uang tabungan siswa mandeg di Pangandaran mencapai Rp7,47 miliar. Dari Rp7,47 miliar itu, hampir Rp1,5 miliar di antaranya dipinjam 62 guru dan belum dikembalikan kepada siswa. Hal itu disampaikan Inspektur inspektorat Kabupaten Pangandaran sekaligus sebagai ketua tim khusus dalam penyelesaian uang tabungan, Apip Winayadi.

"Jumlahnya mencapai Rp7,47 miliar, di 2 Kecamatan Cijulang dan Parigi," ujar Apip.

Kasus ini muncul pada Senin (12/6/2023) dari curhatan Widiansyah sebagai orang tua murid kelas 6 di SD Negeri 2 Kondangjajar, Kecamatan Cijulang yang memiliki nilai tabungan sekitar Rp45 juta. Bukan hanya terjadi tahun 2023, uang tabungan murid mandek juga pernah terjadi pada angkatan 2022 dan 2021.

Hal tersebut disampaikan sejumlah ibu-ibu yang anaknya pernah bersekolah di SD Negeri 2 Kondangjajar pada Sabtu (17/6/2023). Uang tabungan murid mandek juga terjadi di sejumlah SD di Kecamatan Cijulang. Satu di antaranya, di SD Negeri 1 Kondangjajar dan SD Negeri 1 Cijulang. Asep Marpu orang tua murid di SD Negeri 1 Cijulang, mengaku memiliki uang tabungan sebesar Rp100 juta dan belum dibayarkan.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini