Minggu, 19 Juli 2026

Penjelasan BMKG Soal Hujan Sepanjang Hari di Jakarta

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 16 Juni 2023 | 17:04 WIB

NAWACITApost.com, Nasional - Sejak pagi hari, sejumlah wilayah di DKI Jakarta diguyur hujan. Padahal, Indonesia sudah memasuki musim kemarau pada bulan ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena hujan di Jakarta. Plt Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan, sebagaian wilayah di Indonesia memang sudah memasuki musim kemarau.

Adapun daerah-daerah yang mengalami musim kemarau per Dasarian I Juni 2023, antara lain Aceh bagian timur, Sumatera Utara bagian timur dan barat, Riau bagian timur, Bengkulu bagian selatan, Lampung bagian selatan, Banten, DKI Jakarta, dan sebagian besar Jawa Barat. Kemudian, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, sebagian besar Bali, NTB, NTT, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Kepulauan Maluku, sebagian Maluku Utara, dan sebagian Papua bagian selatan.

Selanjutnya, Andri menerangkan, puncak musim kemarau 2023 di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Juli-Agustus. Zona paling banyak terjadi pada Agustus.

Andri mengatakan, per hari ini memang masih teridentifikasi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada durasi singkat. Beberapa wilayahnya, yakni sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa bagian Barat (termasuk Jabodetabek), Sulawesi bagian utara, Maluku, dan sebagian Kalimantan dan Papua.

"Kondisi terjadinya hujan tersebut dipengaruhi cukup signifikan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer antara lain saat ini fenomena MJO (Madden Jullian Oscillation) sedang aktif di wilayah Indonesia," kata Andri, dalam keterangannya, Jumat (16/6/2024).

Andri juga mengatakan gelombang atmosfer Kelvin Wave dan Equatorial Rossby wave saat ini sedang aktif terutama di wilayah tengah dan timur Indonesia. Faktor lainnya, lanjut dia, adanya pembentukan pola belokan angin dan perlambatan angin yang memicu pertumbuhan awan hujan menjadi signifikan.

"MJO dan Gelombang Rossby Ekuatorial adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah yang dilewatinya," tutur Andri.

Dia menjelaskan, fenomena MJO bergerak dari arah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari. Sementara fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia.

"Kedua fenomena tersebut cukup signifikan dalam memicu terjadinya kejadian hujan di beberapa wilayah di Indonesia untuk saat ini dan diprediksikan masih cukup aktif hingga beberapa hari ke depan," ucap Andri.

Andri mengatakan dua fenomena tersebut berpengaruh pada peningkatan hujan sampai 20 Juni 2023, terutama di wilayah Indonesia bagian barat. Sedangkan wilayah Timur Indonesia masih cukup berpengaruh sampai 25 Juni 2023.

BMKG juga memperkirakan pada 16 sampai 18 Juni 2023, potensi hujan dengan intensitas sedang dan lebat terjadi di sejumlah wilayah antara lain Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini