NAWACITAPOST.COM - Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan erupsi berulang dalam beberapa hari terakhir. Dalam rangka menghadapi dampak dari erupsi ini, sejumlah upaya evakuasi sedang dilakukan di wilayah sekitar gunung. Hingga Minggu (19/1/2025), sebanyak enam desa yang terletak di Kecamatan Tabaru telah teridentifikasi sebagai daerah yang terdampak.
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, tim Satgas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) Erupsi Gunung Ibu menargetkan bahwa seluruh warga yang terdampak akan selesai dievakuasi pada hari tersebut.
"Enam desa di wilayah Kecamatan Tabaru tersebut adalah Desa Sangaji Nyeku, Soasangaji, Tuguis, Togoreba Sungi, Borona, dan Todoke. Berdasarkan data kependudukan desa setempat, sebanyak 2.959 jiwa dari 838 kepala keluarga harus melakukan evakuasi sementara," ujarnya, seperti yang dilaporkan oleh BNPB pada Minggu (19/1/2025).
Aktivitas Gunung Ibu juga terus dipantau secara intensif oleh Pos Pemantauan Gunungapi (PGA) Ibu. Pada Sabtu (18/1/2025), tercatat sebanyak 11 kali erupsi yang berlangsung hingga pukul 08.19 WIT. Kolom abu yang teramati memiliki ketinggian antara 500 hingga 700 meter di atas puncak gunung.
Pengamatan visual pada hari yang sama menunjukkan gunungapi terlihat jelas meskipun tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih teramati dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian 100 hingga 200 meter di atas puncak kawah. Selain itu, teramati 28 kali letusan dengan tinggi kolom abu antara 300 hingga 700 meter dan warna asap yang bervariasi antara putih dan kelabu.
Untuk mendukung proses evakuasi, sebanyak 260 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta tenaga kesehatan telah dikerahkan. Evakuasi ini diharapkan selesai dalam dua hari terhitung sejak Jumat (17/1/2025). "Selama Gunung Ibu berada dalam status awas, pemerintah pusat dan daerah akan terus memantau kondisi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh warga yang terdampak," tambah Abdul Muhari.
Baca Juga: Akhiri Dualisme, Kemenkumham Akui Irfan Ardiansyah sebagai Ketua Umum INI 2023-2026
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah mengimbau kepada pihak sekolah yang berada di wilayah rawan bencana untuk meliburkan siswa mereka sementara waktu. Sebanyak 10 lokasi sekolah yang berada di kawasan yang rentan dengan erupsi telah diberi instruksi untuk menghentikan kegiatan belajar-mengajar sampai kondisi lebih aman. Dinas Pendidikan setempat juga akan mengatur kegiatan belajar mengajar di lokasi yang lebih aman.
Artikel Terkait
Dukung Program Ketahanan Pangan, Lapas Siborongborong Lakukan Penanaman Bibit Cabai Rawit 1000 Batang
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Bayi Warga Binaan, Lapas Padangsidimpuan Gandeng Puskesmas Pijorkoling Berikan Imunisasi
Cornelia Agatha: Perjalanan Karier dari Layar Kaca hingga Dunia Hukum
Ciputra Development Ukir Rekor Baru Marketing Sales 2024
Menuju Hidup Sehat, Rutan Sukadana Gelar Senam Pagi Bagi Warga Binaannya