Minggu, 19 Juli 2026

Warga Sulsel Minta Maaf Usai Sebar Video Dugaan Uang Palsu  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 23 Desember 2024 | 20:47 WIB
Sultan warga Takalar, meminta maaf kepada masyarakat terkait video viral uang palsu.  (Istimewa)
Sultan warga Takalar, meminta maaf kepada masyarakat terkait video viral uang palsu. (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM - Kasus yang melibatkan seorang warga Sulawesi Selatan, Sultan, tengah menjadi sorotan publik setelah video yang dibagikannya di media sosial memicu kehebohan. Dalam video tersebut, Sultan, warga asal Kabupaten Takalar, merekam seorang polisi yang memeriksa keaslian uang yang diambil dari ATM BRI di Pallangga, Gowa.

"Betul-betul kasus uang palsu sangat meresahkan warga Sulsel," ujar Sultan dalam video yang tayang pada 22 Desember 2024.

Pernyataan ini memicu kekhawatiran masyarakat tentang potensi peredaran uang palsu di kawasan tersebut. Namun, setelah pihak berwenang melakukan pengecekan, diketahui bahwa uang yang ditarik dari ATM tersebut adalah asli.

Baca Juga: 10 Negara Paling Bahagia di Dunia  

Sultan pun segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat Sulsel, khususnya warga Gowa, atas kesalahpahaman yang ia sebarkan. "Saya Sultan warga Takalar, meminta maaf kepada masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan terkait video viral uang palsu di ATM BRI Pallangga Gowa," kata Sultan dalam video permintaan maaf yang ia unggah pada 23 Desember 2024.

Reaksi netizen terhadap kasus ini beragam. Banyak yang mengecam tindakan Sultan, menuduhnya mencari perhatian dengan cara yang tidak bertanggung jawab. "Mau viral jalur buntu, emosi setiap lewat video-video yang buktikan uang asli atau palsu dengan cara dibelah begitu," komentar akun Instagram @rikaaramlii.

Namun, ada pula yang memaklumi kesalahan tersebut, mengingat manusia tidak lepas dari kekeliruan. "Manusia tempatnya salah," tulis akun @kazz_99.

Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial, terutama terkait isu-isu sensitif yang dapat menimbulkan keresahan.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini