JAKARTA, NawacitaPost.com - Peresmian Posko Negarawan Nasional yang diprakarsai oleh Ketua Umum GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) berbarengan dengan peringatan hari Pahlawan di Jl. Ir. H. Juanda Raya No. 4 Jakarta Pusat pada 10 November 2022 resmi dibuka pukul 15.00 oleh Eko Sriyanto Galgendu.
Acara peresmian Posko Negarawan Pusat dengan simbolik Peresmian sejumlah Posko Negarawan lain di berbagai tempat, kata Eko Sriyanto Gangengu untuk menyerap nilai-nilai heroik dari para Pahlawan Bangsa Indonesia yang perlu diteladani dan menjadi pegangan bersama sejumlah tokoh serta sahabat dan kerabat yang berhimpun dalam Posko Negarawan untuk melanjutkan cita-cita serta gagasan besar para Pahlawan untuk bangsa dan negara Indonesia.
Slogan Posko Negarawan "Api Jiwa, Garuda Berhati Putih" diteriakkan Eko Sriyanto Galgendu menandai Peresmian Posko Negarawan yang disemarakkan Pembacaan puisi dan musikalisasi puisi bersama sejumlah penyair sahabat dan kerabat Negarawan, Imam Ma'arif, Cak Rochim, Bunda, Murni dari Konfrensi Waliagung Indonesia (KWI) dan Cholili serta Yusuf Mujiono, Ketua Umum Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna).
Musikalisasi puisi Cak Rochim yang mempersembahkan seni bernuansa Balada aransemen sendiri ini sangat mengesankan mengakar di bumi Indonesia Raya.
Kukuruyuk Ayam menggunakan sarana bahasa ekspresi sebagai wujud kedaulatan dan kemerdekaan.
Dan kata-kata bijak Negarawan dipapar oleh Mr. Romo Sunardjo Sumargono. Dan sekapur sirih oleh sahabat negarawan Prof. Yudhie Haryono, serta penutup Esensi jiwa Negarawan dari Prof. Yudhie Haryono.
Tujuh tahun terakhir ini Indonesia mencapai puncak kekecewaan atas warisan watak kolonial, ungkap Prof. Yudhie Haryono, lantaran banyak hal ingin diperoleh secara instan, mau serba cepat.
Karena itu, ia melihat kegandrungan Eko Sritanto Galgendu membangun rumah persemaian negarawan, lantaran Indonesia surplus sosok bangsawan, bukan bangsawan.
Soko negara dan patokan negara perlu diperjelas bentuk dan batas-batasnya untuk memetakan geopolitik, geo ekonomi serta geo budaya bangsa untuk bertarung dengan arus global yang terus menggasak kesiapan dan ketangguhan bangsa yang patut menjaga negara dan bangsa agar tidak terhempas oleh gelombang jaman.
Pendeta Suharsono sebagai rohaniawan, mengungkapkan Gerakan Kerukunan Umat Beragama juga bergiat pada wilayah rohani, pendidikan dan ekonomi sebagai titik sasaran, yaitu Ingin membangun kerukunan antar umat beragama.
Tiga kata kunci ungkap Hendrajid untuk dunia pergerakan, yaitu persiapan, perhitungan dan pergerakan agar efektif, menapak jalan kepahlawanan, katanya dalam kata pengantar resmi pembukaan Posko Negarawan Pusat yang bertempat di Jl. Ir. H. Juanda Raya Jakarta Pusat.
Heroisme Maruto Nitimiharjo dalam membangun kader pergerakan merupakan bagian yang tidak terpisah dari rangkaian berkobarnya perjuangan bangsa yang melahirkan sejumlah pahlawan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.
Imam Ma'arif melengkapi suasana lewat pembacaan puisi "Sumpah Sumpah"nya mbeling yang berserakan dimana-mana seperti sampah.
Begitulah perjuangan bangsa Indonesia yang melahirkan pahlawan bangsa yang tidak hanya sekedar dengan senjata, tapi juga daya nalar dan spiritual serta kesenian.
Jakarta, 10 November 2022
Sumber : Jacob Ereste.