Kamis, 4 Juni 2026

Berpotensi Diterjang Tsunami, Pakar ITB : Sebagian Jakarta Tenggelam?

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Minggu, 25 September 2022 | 10:00 WIB
Foto Ilustrasi.
Foto Ilustrasi.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Jika gempa berkekuatan 8,7 skala richter yang menerjang Pulau Jawa, maka seluruh selatan Jawa akan terdampak.

Baca Juga : Presiden Amerika Ramalkan Jakarta Bakal Tenggelam, Benarkah Ibu Kota Mesti Pindah?


Seperti dilansir cnbcindonesia.com, "Kalau gempa yang terjadi sampai 8,7 sudah kita modelkan apakah pusatnya di Jawa Timur, selatan Jawa di Jakarta, selatan Jawa Barat, selatan Banten, atau Selat Sunda. Hampir seluruh selatan Jawa terlanda," ungkap Peneliti BMKG Daryono.

Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) juga memprediksi adanya potensi tsunami dengan tinggi 20 meter di pesisir Pulau Jawa dan sekitarnya.

Kepala Laboratorium Geodesi ITB, Heri Andreas, berdasarkan data Global Navigation Satellite System (GNSS), mengatakan tsunami bisa terjadi karena adanya akumulasi energi di bagian megathrust Selat Sunda hingga pesisir Pulau Jawa.

Dari hasil pemodelan, tsunami 20 meter ini berasal dari gempa yang terjadi dengan kekuatan magnitudo 8,7 hingga 9,0. Di wilayah Jakarta sendiri memiliki potensi tsunami lebih besar, sebab pesisir Jakarta sudah berada di bawah laut hingga minus 1-2 meter.

"Berdasarkan hasil simulasi model, run-up tsunami dapat mencapai sebagian besar Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua, hingga Gajah Mada. Kalau kita perhatikan modelnya ternyata nyaris menyentuh Istana," ujar Heri secara terpisah.

Cuman kedua pakar dari BMKG dan ITB, tidak bisa memastikan gempa yang disertai terjangan tsunami itu bakal terjadi.

Yang jelas dan pasti, kedua pakar dari lembaga yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan, memastikan bakal terjadi, soal waktunya saja yang belum tahu.

Jika itu betul (tsunami) terjadi di Jakarta, dan istana negara bakal terkena.

Presiden Jokowi sejak  tahun lalu (bersama DPR) telah membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru, di kawasan Kalimantan Timur (Kabupaten Penajam  Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara).

Pemindahan IKN dari DKI ke Kaltim, menurut masukan pengamat berbagai bidang, selain banjir dan macet, mungkin juga karena bakal adanya terjangan tsunami.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini