NAWACITAPOST.COM - SMK-SMAK Bogor, Jawa Barat, menggelar wisuda purnasiswa untuk angkatan ke-66 pada Sabtu (2/11/2024). Kepala SMK-SMAK Bogor, Dwika Riandari, menjelaskan bahwa lulusan tidak hanya mengikuti acara wisuda, tetapi juga diambil sumpah sebagai analis kimia.
"Kegiatan ini bukan sekadar bentuk kebahagiaan, tetapi juga pembuktian prestasi dan pengalaman yang telah mereka raih di sekolah," ujar Riandari, dikutip Senin (4/11/2024).
Menariknya, wisuda purnasiswa ini dilakukan 3-4 bulan setelah kelulusan. Hal itu sengaja dilakukan agar para lulusan dapat menunjukkan tingkat keterserapan mereka di dunia kerja atau pendidikan tinggi.
"Ada target dari pimpinan kami, yaitu dalam 6 bulan, 100 persen lulusan sudah terserap," tambahnya.
Data sekolah menunjukkan bahwa dari 248 lulusan angkatan ke-66, sebanyak 130 orang (52,42 persen) telah bekerja, 95 orang (38,31 persen) melanjutkan pendidikan, 2 orang (0,81 persen) berwirausaha, dan 21 orang (8,47 persen) masih dalam proses. "Data ini mencerminkan bahwa pendidikan vokasi yang kami berikan sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Riandari.
Berbeda dengan sekolah lain, SMK-SMAK Bogor menerapkan pendidikan selama empat tahun. Pada tahun keempat, siswa diwajibkan menjalani magang di perusahaan. "Sekolah kami selalu berkolaborasi dengan industri dan menjamin kompetensi lulusan dengan uji kompetensi level 3 di bidang kimia analisis," jelasnya.
Acara wisuda ini juga dihadiri oleh perwakilan orangtua wisudawan, Yus Maria Novelina, dan perwakilan wisudawan, Bagus Emiral Pratama, yang turut menyampaikan kata sambutan. Ketua Himpunan Alumni Sekolah Kimia Analisis Bogor, (HASKA) Taufik Hidayat, hadir untuk mempererat hubungan antara alumni dan lembaga.
Selain itu, hadir pula Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin RI, Masrokhan, yang menutup acara dengan memberikan motivasi untuk para lulusan.
Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Rp 15 Triliun untuk Cetak Sawah, Target Swasembada Pangan 2028
Pada kesempatan ini, pihak sekolah memberikan penghargaan kepada siswa-siswa berprestasi. Bintang Pelajar diraih oleh Maheza Endra Ramadhan. Selain itu, 10 lulusan terbaik mendapatkan apresiasi, yakni Maheza Endra Ramadhan, Aura Nazwarunisa, Muhammad Izdihar, Febriananta Rafa Fadilah, Izzati Minhalina Riyanisa, Khairul Ikhwaldi, Rizky Fatiah, Juan Andrew, Muhammad Zulfan Al Ahsan, dan Ayesha Muhammad Farafaiza.
Masrokhan mengapresiasi program dual system yang diterapkan SMK-SMAK Bogor, yang menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri. "Dari 248 lulusan, alhamdulillah 92 persen sudah tersalurkan. Insya Allah dalam waktu dekat akan terserap 100 persen," kata Masrokhan.
Prestasi membanggakan lainnya datang dari Naufal Farrell Fiantisca, siswa yang berhasil mendapatkan beasiswa ke Jepang. Ia termasuk dari 12 orang terpilih yang lolos seleksi ketat dari 2000 peserta.
"Dari kelas X, saya sudah menargetkan beasiswa ini. Saya memilih program D3 di College of Technology (KOSEN) agar peluang diterima lebih besar," cerita Farrell.
Artikel Terkait
Angka Inflasi YoY Provinsi Banten Oktober 2024 Sebesar 1,94 Persen
Tingkatkan Kesehatan dan Semangat Kebersamaan, WBP Lapas Kelas IIA Rantauprapat Antusias Mengikuti Senam Pagi
Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Tabur 4.000 Benih Ikan Nila
Masyarakat Inginkan 1 KTP Satu Suara Pemilihan RT LMK dan RW di Jakarta
PAFI Kabupaten Gunungkidul Jelaskan Penyebab Kulit Gatal dari Faktor Fisik hingga Psikologis