Kamis, 4 Juni 2026

Sinar Mas Land Sumbang JPO Terintegrasi di Stasiun Tanjung Barat  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 12:33 WIB
Sinar Mas Land sumbang JPO terintegrasi.  (X)
Sinar Mas Land sumbang JPO terintegrasi. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Sinar Mas Land, perusahaan milik konglomerat Franky Oesman Widjaja, memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan infrastruktur di Ibu Kota dengan menyumbangkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terintegrasi dengan Stasiun Tanjung Barat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Penyerahan aset ini berlangsung pada Senin (14/10/2024), dengan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyambut baik komitmen tersebut.

Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa tambahan JPO ini memperkaya daftar aset Pemprov DKI Jakarta, yang diharapkan akan selesai sepenuhnya pada akhir tahun. “Pada sore hari ini, aset Pemprov DKI bertambah, yaitu JPO Southgate Tanjung Barat yang dibangun oleh Sinar Mas Land,” ucap Heru, dikutip Selasa (15/10/2024).

Menurutnya, revitalisasi JPO ini akan memberikan dampak positif bagi pelayanan transportasi publik di Jakarta, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi para pengguna transportasi umum. Heru menekankan pentingnya peran Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) untuk segera menyelesaikan proses administrasi terkait aset baru ini, termasuk perencanaan biaya pemeliharaan yang akan masuk ke dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 27 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025

"Saya sudah tanya, kalau ada lift, tentu kami harus menanggung biaya perawatan. Jadi, dalam proses APBD 2025 harus ada anggaran untuk perawatan rutin," tegas Heru.

Selain itu, Vice President of Commercial National Sinar Mas Land, Christine N. Tanjungan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan belanja modal sebesar Rp20 miliar untuk merevitalisasi JPO di Tanjung Barat ini. Proses pembangunan mencakup berbagai elemen penting seperti pondasi, tiang pancang, dan sistem mechanical, electrical, and plumbing (MEP), hingga pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan.

"Panjang JPO yang kami revitalisasi mencapai 38 meter, termasuk pekerjaan fondasi, tiang pancang, finishing, hingga pemasangan CCTV. Total anggaran yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp20 miliar," ungkap Christine.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini