NAWACITAPOST.COM - Di tengah perhelatan Festival LIKE 2 yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 8 Agustus 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, bekerja sama dengan UNICEF, merilis sebuah laporan penting bertajuk Climate Landscape Analysis for Children (CLAC).
Laporan ini menjadi inovasi strategis yang menganalisis dampak perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan tantangan energi terhadap anak-anak di Indonesia, sekaligus menyoroti kebutuhan mendesak akan kebijakan dan program pengendalian perubahan iklim yang berfokus pada perlindungan anak.
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanthi, menegaskan bahwa laporan CLAC ini diharapkan bisa menjadi panduan komprehensif bagi para pemangku kepentingan dalam memahami kondisi anak-anak di Indonesia yang terdampak perubahan iklim.
"Dokumen ini bisa menjadi dasar pengambilan keputusan, memungkinkan para pihak untuk merumuskan langkah konkret dalam mengarusutamakan hak dan kebutuhan anak dalam strategi pengendalian perubahan iklim," ujar Laksmi.
TheBaca Juga: Pemerintah Kota Bekasi Raih Penghargaan UHC Award 2024
Sementara itu, Maniza Zaman, Perwakilan UNICEF Indonesia, menekankan urgensi mendidik anak-anak tentang perubahan iklim dan melibatkan mereka dalam penciptaan solusi. "Hak setiap anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang sehat semakin terancam oleh dampak perubahan iklim, baik di tingkat global maupun di Indonesia. Anak-anak harus ditempatkan di pusat dari semua aksi iklim," ungkap Maniza.
Laporan CLAC mencatat beberapa langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk melindungi kelompok rentan, termasuk anak-anak, dari dampak perubahan iklim.
Salah satunya adalah melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), di mana isu perlindungan anak sudah diintegrasikan sebagai bagian dari upaya kesetaraan gender dalam pengendalian perubahan iklim.
Di tataran teknis, KLHK telah mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan (SIDIK), yang dirancang untuk menilai kerentanan dan risiko iklim di tingkat desa. Aplikasi ini diakui dunia internasional dengan memenangkan United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2024, penghargaan tertinggi untuk pelayanan publik yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Tidak hanya itu, KLHK juga terus mengimplementasikan Program Kampung Iklim (ProKlim), yang hingga Juli 2024 telah mencapai lebih dari sepuluh ribu unit. Program ini memberikan pengakuan terhadap partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Selain itu, Program Sekolah Adiwiyata juga berperan penting dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya ketahanan terhadap perubahan iklim.
Laporan CLAC juga mengusulkan enam strategi utama untuk memperkuat upaya yang telah dilakukan, yaitu:
- Integrasi hak-hak anak dalam kebijakan, program, dan pendanaan terkait iklim.
- Peningkatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan masyarakat, termasuk anak-anak.
- Pengembangan pengetahuan dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak.
- Peningkatan ketahanan layanan dan fasilitas sosial untuk mengatasi gangguan iklim.
- Pendidikan tentang perubahan iklim bagi anak-anak dan kesempatan bagi mereka untuk terlibat dalam aksi iklim.
- Peningkatan pengumpulan data iklim dan sistem peringatan dini.
Melalui CLAC, KLHK dan UNICEF menyerukan tindakan nyata dari semua pihak untuk melindungi generasi masa depan dari ancaman perubahan iklim. Laporan ini menjadi langkah strategis dalam menjamin hak anak untuk tumbuh di lingkungan yang sehat, serta memastikan keterlibatan mereka dalam upaya mengatasi tantangan iklim yang semakin nyata.
Artikel Terkait
Resmikan Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Sulsel, Yasonna: Dukung Iklim Investasi
Upaya Nyata BRI Atasi Masalah Sampah dan Lawan Perubahan Iklim Buahkan Penghargaan Platinum pada BISRA Awards 2024
Jaga Produksi Beras, Pemprov Banten Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Perubahan Iklim
Jaga Produksi Beras, Pemprov Banten Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Perubahan Iklim
Pj Wali Kota Bekasi Buka Kesempatan Investasi dengan Iklim yang Sehat, Aman, dan Kondusif