NAWACITAPOST.COM - “Teman-teman ada yang mabuk?” tanya Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kepada sejumlah wartawan sesaat sebelum Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Weda 526 sandar di Dermaga Pelabuhan Elat Kei Besar, Maluku Tenggara, Rabu (24/7/2024).
Pertanyaan itu dijawab beragam oleh para wartawan. Ada yang bilang mabuk, ada juga yang menyatakan sanggup bertahan dari goyangan kapal yang membuat pusing.
Perjalanan dari Ambon ke Kei Besar memakan waktu sekitar 27 jam. Meskipun laut tenang, bagi yang tidak terbiasa tentu berada di kapal dalam waktu yang lama membuat badan terasa digoyang dan perut bergejolak. Tak terkecuali Mensos Risma.
“Saya ikut serta di kapal itu menunjukkan kepada teman-teman, terutama teman-teman di Kementerian Sosial, kalau kita mau membantu masyarakat di wilayah Indonesia itu harus berani menempuh resiko, termasuk mabuk laut,” katanya.
Baca Juga: Mensos Risma Launching Perpustakaan Terapung di KRI Teluk Weda-526
Bagi Mensos Risma, seorang pemimpin bukanlah bos yang hanya memberi perintah kepada staf, namun harus ikut merasakan suka dukanya bekerja menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Karena itulah Mensos Risma untuk kesekian kalinya berlayar naik kapal TNI Angkatan Laut untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyapa masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan negara.
Dalam perjalanan melintasi Laut Banda yang terkenal ganas tersebut, Mensos Risma menceritakan luasnya wilayah Indonesia dan betapa kayanya laut Indonesia. Bayangkan saja setelah menempuh penerbangan dari Jakarta menuju Ambon sekitar empat jam, kemudian menempuh perjalanan laut 27 jam masih merupakan wilayah Indonesia bagian timur. Begitupun kekayaan laut Indonesia sangat luar biasa. “Dari atas kelihatan seperti rumput laut, ternyata kumpulan ikan di lautan Indonesia,” kata Mensos Risma dengan nada bangga.
Sebelum sandar di Dermaga Pelabuhan Elat Kei Besar, Maluku Tenggara, Mensos Risma berpindah kapal dengan menggunakan landing craft vehicle personnel (LCVP) milik TNI AL yang ukurannya lebih kecil.
Mensos Risma kemudian menyapa masyarakat Pulau Kei Besar yang dengan sangat antusias menyambut kedatangan Mensos Risma. Mereka sangat bahagia, karena belum tentu dua puluh tahun atau bahkan tiga puluh tahun sekali dikunjungi pejabat setingkat menteri.
Mensos Risma meskipun harus menempuh perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, mau menyapa masyarakat yang tinggal di salah satu pulau terluar. Rasa lelah Mensos Risma dikalahkan oleh rasa cintanya pada masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
Mensos Risma Sediakan Lumbung Sosial untuk Layani Pengidap Kusta di Perbatasan Negara
27 Jam Perjalanan Laut, Mensos Risma Laksanakan Bhakti Sosial di Pulau Kei Besar
Mensos Risma Bantu Warga Pulau Kei Besar Bisa Melihat Kembali dengan Jelas
Mensos Risma Kembangkan Potensi Lokal Warga Pulau Kei Besar
Mensos Risma Launching Perpustakaan Terapung di KRI Teluk Weda-526