NAWACITAPOST.COM - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno mengatakan, PDIP bakal menghadapi situasi politik yang mirip dengan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2013. Kala itu, meski PDIP bukanlah partai penguasa, tetapi berhasil mengusung Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya saat itu masih rendah.
Pada Pilgub Jateng 2013, Ganjar bersaing melawan Bibit Waluyo, calon petahana yang memiliki keunggulan signifikan dalam hal elektabilitas. Meskipun awalnya dipandang sebelah mata, Ganjar Pranowo akhirnya berhasil mengalahkan Bibit Waluyo dan memenangkan kursi gubernur.
"Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya masih sangat rendah hanya sekitar 4-5% melawan Bibit Waluyo, pertahana yang maju kedua kalinya di Jateng," kata Adi, dikutip Kamis (25/7/2024).
Namun, apa yang terjadi? PDIP yang bukan penguasa, dan Ganjar yang elektabilitasnya rendah justru mampu mengalahkan Bibit Waluyo yang saat itu sangat diunggulkan.
Baca Juga: Pilgub Jateng 2024, Andika Perkasa Muncul sebagai Kandidat Kuat dari PDIP
Kali ini, PDIP menyiapkan nama Jenderal (Purn) Andika Perkasa untuk menandingi Ahmad Luthfi. Adi juga menjelaskan alasan mengapa nama Andika Perkasa menguat di PDIP untuk Pilgub Jateng.
Menurutnya, PDIP berusaha menyiapkan Andika untuk bersaing head to head dengan Ahmad Luthfi, yang memiliki latar belakang kepolisian. Sebagai mantan Panglima TNI, Andika menawarkan latar belakang militer yang dianggap dapat menyeimbangkan kompetisi dengan Luthfi.
"Mengapa Andika yang dipersiapkan? Tentu sebagai upaya menandingi Ahmad Luthfi yang memiliki latar belakang kepolisian, sementara Andika ini berlatar belakang prajurit tentara. Dari segi background, PDIP ingin mempersiapkan Andika head to head secara politik dengan Ahmad Lutfi," ujar Adi.
Dalam survei terbaru, Andika Perkasa memang masih berada di bawah Kaesang Pangarep dan Ahmad Luthfi dalam hal elektabilitas. Namun, Adi Prayitno menilai bahwa peluang PDIP untuk memenangkan Pilgub Jateng tetap besar.
Baca Juga: 9 Perusahaan Terkaya di Dunia, Microsoft Geser Posisi Apple
Ini karena Jateng dikenal sebagai "kandang banteng"—sebutan untuk basis PDIP yang kuat dan solid. Adi menyebutkan bahwa kondisi ini mirip dengan Pilkada 2013, di mana meskipun Andika belum melakukan deklarasi resmi, mesin politik PDIP di Jateng tetap berfungsi secara efektif.
"Kemungkinan Andika yang diusung elektabilitasnya tak terlampau kuat dibandingkan Luthfi dan Kaesang. Tapi di situlah nanti apakah kondisi ini akan seperti Pilkada 2013 atau tidak. Karena di Jateng kandangnya banteng, ada kecenderungan siapapun yang diusung, mesin politik pemenangan banteng selalu kuat dan solid," ujar Adi.
Artikel Terkait
Mengenal Hetty Andika Perkasa, Menginspirasi dengan Peduli Sesama
Duet Anies dan Andika Perkasa, Apakah Akan Menarik Hati Pemilih Jakarta?
Andika Perkasa, Pemimpin Berwibawa untuk Jawa Tengah
Relawan temAndika Deklarasikan Dukungan untuk Andika Perkasa di Pilgub Jakarta 2024
Ganjar Ungkap Potensi Andika Perkasa di Pilkada Jateng 2024