Jakarta, NAWACITAPOST- Ketua Umum DPP Barisan Relawan Nusantara (BARANUSA), Adi Kurniawan mengatakan, seharusnya tidak ada lagi itu test Polymerase Chain Reaction PCR.
“Buat apa ada vaksin jika masih ada test PCR. Peraturan itu sangat terlihat jelas pemerintah dalam hal ini menteri-menteri patut diduga sedang mengakal-ngakali duit rakyat. Saya kira kita semua harus menolak itu. Tolak peraturan tersebut,” kata Adi Kurniawan Kepada NAWACITAPOST, Jumat (29/10/2021).
“Kami berharap Jokowi membatalkan itu. Dan mengevaluasi ulang karena saya yakin pasti ada dugaan mafia yang bermain,” ujarnya.
Simak Video Profil RUPBASAN PURBALINGGA WBK 2021 :
https://youtu.be/syR8q2wy05M
Selain itu juga harus ditelusuri kebenaran tersebut. Jika ada dugaan Kemenkes dan kementerian terkait lainnya ikut bermain dalam harga PCR tersebut.
“Menurut saya Pak Jokowi harus mengambil langkah tegas yaitu pecat menteri kesehatan dan menteri-menteri yang terlibat dalam membuat peraturan tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memangkas harga pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Per hari ini, Rabu (27/10/2021), tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR ditetapkan sebesar Rp275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.