NAWACITAPOST.COM, Nias Utara – Tim Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan melakukan Ekshumasi dan Autopsi atas meninggalnya Almarhum Prada Prima Saleh Gea yang diduga ada kejanggalan, pada Sabtu (20/07/2024).
Pada pemberitaan sebelumnya, dikabarkan bahwa Almarhum Prada Prima Saleh Gea adalah seorang Prajurit TNI di Kesatuan Yonkes 1/YKH/1 Kostrad di Bogor, meninggal dunia diduga bunuh diri dengan cara gantung diri pada Selasa 04 Juni 2024. Namun pihak keluarga tidak terima hal itu, sehingga menyampaikan laporan pengaduan ke Denpom III/1 Bogor melalui kuasa hukumnya Martin Gea & Rekan.
“Tindak lanjut dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh Denpom III/1 Bogor, hari ini Tim Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan melakukan Ekshumasi dan Autopsi “, ujar Ade Febrianto selaku tim kuasa hukum keluarga almarhum.
Diketahui Tim Forensik RS Bhayangkara Medan yang diturunkan berjumlah lima (5) orang, tiga diantaranya adalah dokter Forensik, seorang tim teknisi, dan seorang tim dokumentasi.
Ketua Tim Forensik, dr. Surjid Singh, S.pF. (konsultan) DFM menegaskan bahwa mereka diminta untuk melakukan Ekshumasi dan Autopsi pada Jenazah almarhum Prima Saleh Gea, setelah itu hasil dari Psikolog Forensik di kirim ke Labfor Polri, ujarnya.
Dari rangkaian kegiatan Ekshumasi dan Autopsi yang dilakukan, keluarga almarhum memberikan kepercayaan penuh kepada tim Forensik agar dugaan kejanggalan atas kematian almarhum Prima saleh Gea dapat terungkap dengan seadil-adilnya.
Demikian juga Tim Penasihat Hukum mewakili keluarga Almarhum Prada Prima Saleh Gea menyampaikan permohonan, apabila berdasarkan hasil Autopsi nantinya, ditemukan penyebab kematian yang dikarenakan adanya dugaan tindak pidana, maka kami pun menaruh harapan dan kepercayaan kepada Penyelidik Denpom III/1 Bogor untuk mengungkap tuntas perkara tersebut, dan membawanya ke proses hukum lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Terakhir kami Tim Penasihat Hukum dan Keluarga menghaturkan terima kasih kepada bapak Panglima TNI, bapak Kasad TNI, bapak Danpuspomad TNI, bapak Dandenpom III / 1 Bogor beserta seluruh tim Penyelidik pada Dandenpom III / 1 Bogor, bapak Dandenpom 1 / 2 Sibolga, bapak Dansubdenpom 1/2-5 Gunung Sitoli, Rumah Sakit Bhayangkari Medan beserta Tim Dokter Forensik, Aparat Pemerintah Desa Fulolo Salo'o serta seluruh keluarga dan masyarakat yang telah memberikan atensi dan bantuan sehingga Ekshumasi dan Autopsi hari ini dapat terlaksana dengan baik.