Kamis, 4 Juni 2026

Cegah Pelarian WBP, Lapas Kelas IIB Garut Luncurkan Inovasi Fitur Portir

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 14:35 WIB


Garut, NAWACITAPOST - Bertempat di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Garut, Nawacitapost.com pada Rabu (29/09) berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala Lapas Garut, RM Kristyo Nugroho.




Wawancara tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun kemitraan melalui media informasi, agar masyarakat mengetahui, bahwa banyak program kegiatan yang diberikan Lapas Garut kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pidana.




Kristyo menjelaskan, kesan ia selama kurang lebih satu tahun menjabat sebagai Kalapas, ia bekerja bukan sekadar untuk melayani Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), melainkan mengubah cara pikir WBP agar bisa berperan aktif untuk pembangunan.




"Di lapas ini kami bekerja bukan hanya untuk melayani WBP, tetapi juga membina, sehingga sesuai dengan tujuan kemasyarakatan. Kita harap dengan adanya pembinaan ini, WBP bisa berubah dari cara berfikir, perilaku hingga akhlaknya sehingga bisa berperan aktif untuk pebangunan jika sudah selesai masa binaannya," Ujar Kristyo.


Dalam rangka mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas terutama pelarian narapidana melalui pintu Portir (P2U), Kristyo menerapkan inovasi berupa fitur Portir. Aplikasi ini juga diperuntukkan bagi narapidana asimilasi kerja luar, ijin luar biasa, maupun yang akan bebas.




Fitur Portir dapat memberikan kepastian kepada petugas portir, mengingat data yang didapat lebih akurat. Sehingga berkontribusi positif bagi terciptanya keamanan dan ketertiban (mencegah pelarian).

-
Kalapas Kristyo saat menjelaskan fitur Portir di hadapan Nawacitapost.com

"Bisa dipastikan saat terjadi kunjungan tatap muka, sangat bermanfaat, karena narapidana tidak akan bisa menyusup keluar, karena setiap tamu yang keluar wajib untuk menempelkan sidik jari ke alat tersebut," tegas Kristyo.




Keefektifan dari fitur ini tidak lepas dari kepatuhan Petugas Registrasi dalam menginput data setiap narapidana yang masuk, maupun akan keluar dari Lapas Garut. 

Inovasi selanjutnya ialah Siap Jaga, yaitu Sistem Aplikasi Jaminan Keluarga. Aplikasi ini berfungsi untuk memudahkan keluarga WBP yang ingin membuat surat jaminan agar tidak perlu lagi manual. Sistem ini terintegrasi dengan data base WBP, sehingga membuat segalanya menjadi efektif dan efisien dalam penggunannya.

Kemudian ada Si Aska, yaitu Sistem Aplikasi Surat Keluar. Berguna untuk penomoran surat dari masing-masing subsi.


Untuk pemenuhan jasmani 485 WBP, lapas Garut memenuhi kebutuhan makan WBP sebanyak tiga kali sehari dengan berbagai variasi menu makanan. Untuk pelayanan kesehatan, Lapas Garut sudah menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah daerah.




"Di Lapas Garut, bagi WBP walaupun dia tidak teregister sebagai peserta BPJS, namun dengan surat rekomendasi yang kami sertakan, mereka bisa mendapatkan pelayanan secara gratis di rumah sakit," ucap Kristyo.




Kristyo menjabarkan, Lapas Garut bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementrian Agama (Kemenag) terkait dengan pembinaan kepribadian.




"Untuk yang muslim, kita memiliki pondok pesantren dan para pengajarnya dari staf yang ditunjuk langsung oleh MUI dan Kemenag, sehingga kapabilitasnya sangat meyakinkan untuk memberikan pengajaran kepada WBP," tegas Kristyo.




"Untuk yang non muslim kita berikan tempat ibadah dan pengajar dari luar juga," tambahnya.




Untuk pembinaan kemandirian, yang menjadi icon di Lapas Garut ialah peternakan ayam pedaging yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Dengan kapasitas kandang 14.000 ekor dan dipanen setiap satu bulan sekali.

-
-





Kristyo menjelaskan, permasalahan di Lapas sering terjadi karena tiga hal yaitu handphone, pungli dan narkoba.




"Tentunya saya sebagai pimpinan harus bisa memastikan, dengan cara melakukan razia, penggeledahan secara rutin. Dan termasuk kepada petugas yang akan memasuki Lapas, wajib untuk digeledah badan maupun barangnya apalagi pengunjung," ujar Kristyo.




Kristyo senantiasa selalu menyampaikan sekaligus mengajak para jajarannya dan WBP untuk berhenti melakukan pelanggaran yang pada akhirnya akan merugikan dirinya sendiri.




"Yang harus dibangun ialah kesadaran, baik dari petugas maupun WBP agar tidak keinginan untuk melakukan pelanggaran," harap Kristyo.




Mengenai prestasi, Kristyo menjabarkan Lapas Garut mendapatkan predikat  pelayan publik terbaik berbasis HAM pada hari HAM sedunia. Kemudian penghargaan dari APPN sebagai juara satu kategori Pagu Besar.

-
-
-


Mengenai pandangannya terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, ia menilai Yasonna adalah orang yang tegas dan smart.

"banyak hal yang patut ditiru dari beliau, baik dari segi kepemimpinan, keberanian dan kepintarannya. Ini hal yang dapat menyemangati kita untuk senantiasa selalu bekerja dengan penuh semangat," tutup Kristyo.




Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini