Baca Juga : Gegara Ulah BEM UI, Netizen Minta Seluruh BEM di Tes Wawasan Kebangsaan
Namun yang perlu diapresiasi, kampus ini mendukung kebijakan Presiden Jokowi. Berbasis data dan fakta yang dilihat dan dirasakan. Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) San Pedro, Frengki Harim Ronaldo Ottu belum lama berselang, membeberkan manfaat sebagai mahasiswa di era Jokowi. Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang meliputi kebutuhan perkuliahan sangat berguna.
Frengki mengungkapkan fakta yang dirasakan. Bukan atas perintah istana negara. Apalagi disuruh Presiden Jokowi. Jansen dan teman-temannya di kampus San Pedro hanya mengabarkan apa yang terjadi dan dirasakannya.
Frengki menyatakan, wajar bila sebagai mahasiswa menyampaikan kritiknya kepada pemerintah. Tetapi harus dengan data dan ada solusi yang ditawarkan.
Bagi Kampus San Pedro, Frengki menegaskan Jokowi telah bekerja sesuai tugasnya bukan dengan perkataan.
Namun, Saat ini jelas Jansen. Tak ada kritik kepada Presiden Jokowi. Karena kakek Jan Ethes ini telah melaksanakan konstitusi secara baik dan benar. Buktinya, yaitu KIP. Dengan KIP mahasiswa yang tidak mampu bisa kuliah, tidak memikirkan segala biaya-biaya kuliah. Hanya ongkos dari rumah ke tempat kuliah saja.
Frengki pun siap berdebat dengan Ketua BEM UI dan UGM. Terkait dengan kebijakan Jokowi. Tentu berbasis data dan fakta, pungkasnya.
Ini sepertinya, Kampus San Pedro Kupang menampar keras BEM UI.