Baca Juga : Konsumsi Pisang, Tingkatkan Durasi Saat Berhubungan Intim
Durian adalah buah yang menjadi komoditas ekspor terbesar selain buah naga. Bicara soal durian, buah yang memiliki banyak penggemar ini merupakan jenis tanaman yang berasal dari hutan di Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan.
Miliki banyak penggemar, durian sangat potensial untuk dijadikan sumber penghasilan. Hal tersebut terlihat pada kebun durian Warso Farm di Desa Cihideung, Bogor. Seperti penjelasan Suwarso Pawaka, pemilik kebun durian seperti diberitakan liputan6.com, bahwa prospek usaha kebun durian itu sangat cerah. Sementara, penanaman dan pemeliharaan kebun durian juga relatif mudah.
Baca Juga : Melihat Satwa Langka dan Wisata Alam Taman Safari Bogor, Ini Rutenya
Menurut Warso, “berat buah durian di kebun ini rata-rata empat kilogram. Sebelum dikupas, harga satu kilogram buah durian adalah Rp 35 ribu. Alhasil, satu buah durian bisa dihargai antara Rp 140 ribu hingga Rp 430 ribu. Soalnya, berat buah durian bisa mencapai 12 setengah kilogram.” jelasnya.
Pemilik wisata durian ini menambahkan, “Pada usia enam tahun, pohon durian monthong ini biasanya mulai berbuah. Setiap pohon rata-rata menghasilkan 15 buah. Bila dijual, harga buah itu lebih kurang Rp 2 juta. Empat tahun kemudian, saat berusia 10 tahun, hasil dari pohon itu bisa meningkat sampai lima kali lipat.”
Dengan demikian keuntungan untuk mengelola kebun durian baik bagi pertumbuhan ekonomi pengelola maupun warga sekitar yang dipekerjakan dalam wisata kebun durian tersebut. Sebab satu pohon saja bisa menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp 10 juta per tahun.
(Reski Kurnia Ayuningsih)