NAWACITAPOST.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya satu kali gempa susulan dengan magnitudo 3,1 di Garut, Jawa Barat. Staff Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Alfath Abu Bakar, menyatakan bahwa gempa susulan tersebut tidak berdampak maupun terasa.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan jumlah warga yang menjadi korban luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Garut pada Sabtu, 27 April 2024, malam. Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat bahwa hingga pukul 14.00 WIB, jumlah korban luka akibat gempa mencapai 8 orang.
Dari data lapangan, terdapat 75 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya sebanyak 27 KK.
BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD kabupaten dan kota terus melakukan pendataan dan kaji cepat yang mencakup inventarisasi kerusakan dan penyelamatan warga. Kerugian materil yang ditimbulkan juga bertambah.
Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan 6,5 Guncang Garut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Hingga pukul 14.00 WIB, total rumah yang terdampak mencapai 110 unit, dengan rincian 3 unit rumah rusak berat (RB), 21 unit rumah rusak sedang (RS), 34 unit rumah rusak ringan (RR), 11 unit rumah terdampak, dan 41 unit rumah rusak. Kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Garut sebanyak 41 unit rumah.
Selain merusak rumah warga, gempa ini juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan fasilitas publik, seperti tempat ibadah, sekolah, perkantoran, dan sarana kesehatan atau rumah sakit. BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD kabupaten dan kota terus melakukan pendataan dan kaji cepat yang mencakup inventarisasi kerusakan dan penyelamatan warga.
Meskipun demikian, BPBD Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa kondisi saat ini cenderung lebih terkendali pasca gempa terjadi. Setelah upaya pendataan dan kaji cepat rampung, BPBD Provinsi Jawa Barat bersama kabupaten dan kota berencana akan melakukan perbaikan fasilitas umum, pembersihan materil dampak gempa, serta perbaikan rumah warga.
Untuk diketahui, gempa bumi di Garut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa bumi ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat. Adapun pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 70 kilometer dan parameter 8,42 LS dan 107,26 BT.
Artikel Terkait
Bicara PGRI, Yuk Baca Artikel Tentang Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuifaksi Organisasi
Kanwil Kemenkumham Jabar Harmonisasikan Raperda Pemberian THR di Lingkungan Pemkab Garut Tahun 2024
Komisi C: Pentingnya Pembangunan RS Surabaya Timur yang Tahan Gempa
Kemenkumham Jabar Dampingi Kanim Tasikmalaya Koordinasikan Terkait PMI-NP ke Disnakertrans Kabupaten Garut
Mengungkap Rahasia Omo Hada, Rumah Tradisional di Nias Pulau Impian yang Tahan Gempa