Ibadah penghiburan atas wafatnya Pdt. Dr. Nus Reimas dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Rumah Duka St. Carolus, kawasan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Almarhum dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia pelayanan gereja, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat PGLII selama dua periode (2006–2015) serta Ketua Majelis Pertimbangan PGLII pada periode 2015–2020.
Pdt. Dr. Nus Reimas lahir pada 28 November 1951 dan berpulang pada 2 Mei 2026. Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka St. Carolus, Matraman, Jakarta.
Ibadah penghiburan dipimpin oleh Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat PGLII. Dalam khotbahnya, ia menyoroti pentingnya peran seorang “bapa rohani” dalam pelayanan, dengan merujuk pada 1 Korintus 4:15. Ia menegaskan bahwa seorang pelayan Tuhan bukan hanya mengajar, tetapi juga meletakkan dasar iman bagi generasi selanjutnya.
“Pelayanan yang kita jalani hari ini tidak terlepas dari dasar yang telah diletakkan oleh para pendahulu, termasuk almarhum Pdt. Dr. Nus Reimas,” ungkapnya.
Ibadah diawali oleh Ketua Majelis Pertimbangan PGLII, Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th., dan dipandu oleh Pdt. Carlos Tobing, M.Th., CFP. Sejumlah tokoh gereja dari berbagai latar belakang turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Salah satunya, Pdt. Gomar Gultom, M.Th., yang kini melayani di Majelis Pertimbangan PGI, menyampaikan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang melayani melampaui batas-batas organisasi.
“Beliau adalah sosok yang tidak terikat sekat organisasi, melainkan melayani dengan semangat persatuan tubuh Kristus,” ujarnya.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai pihak, termasuk perwakilan Gereja Orthodox Indonesia yang diwakili Presbiter Yakobus Jimmy S. Mboe, serta dari Gereja Bala Keselamatan Indonesia. Mereka menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
Dalam sambutan mewakili Majelis Pertimbangan PGLII yang disampaikan oleh Dr. Arnold Tindas, Pdt. Dr. Ronny Mandang mengenang dedikasi dan kebersamaan bersama almarhum selama melayani. Ia menggambarkan Pdt. Nus Reimas sebagai pribadi yang rendah hati, memiliki visi ke depan, serta telah menabur banyak benih pelayanan sepanjang hidupnya.
Selama masa pelayanannya, almarhum dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Sekretaris Umum selama dua periode, Ketua Umum selama dua periode, hingga Ketua Majelis Pertimbangan. Kontribusinya dinilai besar dalam perkembangan dan penguatan pelayanan PGLII di Indonesia.
Ibadah penghiburan berlangsung dengan penuh khidmat, dihadiri oleh keluarga, sahabat, serta para pelayan gereja dari berbagai denominasi yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.