NAWACITAPOST.COM — Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi teror penyiraman air keras yang menimpa seorang pria berinisial T (54) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Perumahan Bumi Sani Permai, Kecamatan Tambun Selatan, pada Senin, 30 Maret 2026. Rekaman CCTV yang diunggah akun Instagram @bekasi.kita pada Selasa, 31 Maret 2026, memperlihatkan dua pelaku yang menggunakan sepeda motor melarikan diri usai menyerang korban.
Dalam keterangan unggahan itu disebutkan, kejadian berlangsung saat korban sedang berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat subuh.
Berdasarkan kronologi, korban tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (OTK) yang menyiramkan cairan diduga air keras. Aksi tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas di sekitar lokasi hingga akhirnya viral di media sosial.
Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor dan mengenakan helm tertutup. Keduanya diduga telah mengikuti korban sebelum akhirnya melancarkan aksinya, lalu kabur dari lokasi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar dan saat ini tengah menjalani perawatan medis.
Informasi dari warga setempat menyebutkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lingkungan tersebut. Seorang warga bernama Jefi Samhadi mengungkapkan bahwa teror air keras sudah terjadi hingga tiga kali.
“Ini sudah kedua bahkan ketiga kalinya,” ujar Jefi di lokasi kejadian, Senin, 30 Maret 2026.
Ia juga menambahkan, sebelumnya aksi serupa sempat menyasar kendaraan warga. “Dulu mobil Fortuner juga pernah disiram, lokasinya tidak jauh dari sini,” katanya.
Menurutnya, insiden terbaru ini membuat warga semakin khawatir karena kini yang menjadi korban adalah manusia. “Makanya langsung kami laporkan ke polisi,” tegasnya.
Warga pun berharap pelaku segera ditangkap karena kejadian ini telah menimbulkan keresahan, terutama bagi mereka yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.
“Kami takut ada korban berikutnya. Semoga pelaku cepat tertangkap,” tambah Jefi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. Namun, aparat dari Polsek Tambun Selatan telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.