Minggu, 19 Juli 2026

Cahaya dan Cinta Kasih Natal Menyelimuti Warga Binaan, Lapas Kelas IIB Muara Teweh Hadirkan Ibadah Natal Penuh Makna

Photo Author
Yustinus, Nawacita Post
- Rabu, 17 Desember 2025 | 07:24 WIB
Kalapas Muara Teweh dan Jajaran Saat Kegiatan Perayaan Natal
Kalapas Muara Teweh dan Jajaran Saat Kegiatan Perayaan Natal

NAWACITAPOST.COM - Suasana penuh khidmat dan kehangatan terasa di Gereja Lapas Kelas IIB Muara Teweh saat pelaksanaan ibadah Natal bagi Warga Binaan dengan tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan”. Selasa, 16 Desember 2025.

Ibadah ini menjadi momentum rohani yang sarat makna, menghadirkan semangat pengharapan, pertobatan, serta pembaruan iman bagi seluruh jemaat yang hadir.

Melalui perayaan Natal ini, Lapas Muara Teweh menegaskan komitmennya dalam memenuhi hak beribadah sekaligus membina mental dan spiritual Warga Binaan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Tak Datang Hearing di Komisi A, Warga Bale Hinggil: Kami Disabotase!

Kalapas Muara Teweh, Halasson Sinaga, menyampaikan bahwa perayaan Natal di dalam Lapas bukan sekadar seremonial keagamaan, tetapi bagian penting dari pembinaan kepribadian.

Natal dimaknai sebagai momen refleksi diri, menumbuhkan nilai kasih, toleransi, dan kedamaian, serta memperkuat harapan Warga Binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

“Kami ingin Warga Binaan merasakan bahwa negara hadir, memberikan ruang untuk beribadah dan memperbaiki diri, sehingga setelah bebas nanti dapat kembali ke masyarakat dengan bekal moral dan spiritual yang kuat,” ungkapnya.

Baca Juga: Hingga Malam DPRD Rohul Rapat Paripurna Penyampaian RAPBD TA 2026 Rp2.013 Triliun 5 Program Prioritas, Dilanjut Tanggapan Fraksi,Jawaban Pemerintah

Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan pilar penting dalam sistem pemasyarakatan. Melalui kegiatan ibadah seperti ini, Lapas Muara Teweh berupaya menciptakan lingkungan yang humanis, aman, dan kondusif, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan di antara Warga Binaan.

Perayaan Natal ini juga menjadi simbol bahwa di balik tembok pemasyarakatan, semangat cinta kasih dan harapan tetap hidup dan terus dirawat.

(Humas Lapas Muara Teweh)

Editor: Yustinus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini