"Demokrasi yang substansial di mana tujuan pemilu saat ini belum pada mengarah pada kesejahteraan rakyat tetapi pemilu yang hanya berdasarkan apa yang dilihat di permukaan," katanya.
"Terakhir Nasionalisme inklusif artinya keberagaman bukan ancaman tetapi kekuatan. Kita boleh berbeda agama dan partai politik tetapi tidak boleh berbeda dalam cinta kepada negara," tegasnya
Sedangkan Robert Sitorus mewakil Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI) dan sekaligus Senior GMKI bangga melihat kader-kader GMKI saat ini lebih maju dan berprestasi.
"Dengan harapan beasiswa yang diberikan keluarga Bang Sabam kepada kader-kader GMKI ini semakin memacu untuk menjadi kader yang lebih baik dan berprestasi," imbuhnya.
Sebagai kader GMKI Robert yang pernah menjadi ketua umum PP GMKI juga merasa bangga kepada keluarga Sabam Sirait karena bisa mendukung kader GMKI dengan dukungan ini apa yang menjadi cita-cita para kader GMKI untuk mencapai tinggi iman dan tinggi ilmu bisa terwujud.
Artikel Terkait
Lapas Kotanopan Gelar Acara Penutupan dan Penyerahan Sertifikat Pelatihan Pembinaan Kemandirian Teknik Furniture Kayu bagi WBP
Sinergi Ketahanan Pangan Tapanuli Tengah, BI Sibolga Laksanakan Penanaman Perdana Padi Varietas Gamagora 7
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas Perawang kembali menggelar Bakti Sosial Kesehatan Umum dan berikan seratus Kacamata Gratis
Cegah Karhutla, Polsek Tualang Gencar Patroli dan Himbauan Kepada Warga di Kampung Maredan
Membuka Kunci Kesadaran: Dr. Basyarul Ulya Menerangi Lapas Rantauprapat dengan Sosialisasi Hukum