Jumat, 5 Juni 2026

Menag Minta Pimpinan Satker Tandatangan Pakta Integritas untuk Wujudkan Program Berdampak Luas di Masyarakat

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 7 Februari 2024 | 08:30 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas Saksikan Penandatanganan Pakta Integritas (Dok. Humas Kemenag)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas Saksikan Penandatanganan Pakta Integritas (Dok. Humas Kemenag)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta seluruh pimpinan satuan kerja Kementerian Agama (Kemenag) menandatangani Pakta Integritas. Hal ini menjadi momen puncak pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag 2024.

"Semua pimpinan Unit Eselon I menandatangani Pakta Integritas untuk membuat program yang berdampak luas bagi masyarakat. Saya minta ini harus dilaksanakan," tegas Menag Yaqut Cholil Qoumas di Semarang, Selasa (6/2/2024).

"Salah satu poin dalam Pakta Integritas itu adalah Bapak dan Ibu siap untuk dicopot dari jabatan bila tidak mampu melaksanakan program yang berdampak luas pada masyarakat dalam sembilan bulan ke depan," imbuhnya.

Baca Juga: Rakernas 2024, Menag Minta Perkuat Pelibatan Umat dalam Program Keagamaan

Menag menuturkan, program-program yang tercantum dalam Pakta Integritas tersebut merupakan hasil dari diskusi yang dilaksanakan sepanjang Rakernas Kemenag 2024.

Gus Men menambahkan, hal ini diambil untuk memastikan jajarannya dapat meninggalkan legacy yang berdampak luas pada masyarakat.

"Saya kasih waktu sampai sembilan bulan ke depan. Jadi per tiga bulan akan kita evaluasi, jalan apa belum. Kalau tidak jalan, akan ada treatment untuk para pejabat eselon satu," tuturnya.

Baca Juga: Tutup AICIS 2024, Menag: Perlu Peran Agama yang Inklusif Respons Krisis Kemanusiaan

Menurut Gus Men, setiap unit eselon I memiliki program kerja yang telah disepakati. Hal ini selanjutnya akan dilaksanakan hingga daerah oleh Kanwil Kemenag, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, hingga Balai ataupun Unit Pelaksana Teknis (UPT).

"Program kerjanya sendiri banyak hal. Salah satunya, kalau di Ditjen Pendidikan Islam kita ingin memacu supaya tiga juta anak madrasah itu paham tentang numerik, maka kita masukan program GASING. Kalau di Bimas Islam ada program BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) yang berperan dalam urusan kemasjidan dan keumatan, dan sebagainya," tuturnya.

Ia optimistis seluruh jajarannya dapat melaksanakan berbagai program tersebut. "Saya yakin akan terselesaikan tepat waktu. Ini sudah didiskusikan selam 15 jam nonstop, saya yakin bisa terselesaikan karena ukurannya juga kita buat, step by step-nya, roadmap-nya, timeline-nya," ujar Gus Men.

Baca Juga: Menag Yaqut dan Menhaj Taufiq Bertemu di Jeddah, Bahas Persiapan Ibadah Haji 2024

"Saya optimistis ini sangat dapat tercapai, dan ini akan menjadi sejarah baru bagi Kementerian Agama," tandasnya.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini