NAWACITAPOST.COM - Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution resmi menetapkan perpanjangan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi di Provinsi Riau tahun 2024.
Gubri Edy Natar Nasution mengatakan, perpanjangan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi, mulai dari tanggal 1 Februari hingga 29 Februari 2024 mendatang, Jumat (2/2)
Perpanjangan penetapan status siaga bencana hidrometeorologi tersebut berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Riau nomor Kpts.152/11/2024.
Baca Juga : pemprov-riau-akan- perpanjang-status-siaga-banjir
Diketahui sebelumnya, Gubri telah mengeluarkan SK Gubernur Riau nomor Ktps/7743/XII/2023, yakni telah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi Provinsi Riau terhitung tanggal 22 Desember 2023 sampai dengan 31 Januari 2024.
Akan tetapi hingga saat ini masih terjadi banjir dibeberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan masih terbukanya pintu PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, sehingga perlu ditetapkan perpanjangan status siaga penangulangan bencana hidrometeorologi Provinsi Riau.
Baca Juga : peduli-ptpn-iv-regional-iii- distrik-barat-serahkan- bantuan-sembako-untuk- masyarakat-terdampak-banjir
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dijelaskan bahwa perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi Provinsi Riau ini berdasarkan data pada tanggal 31 Januari 2024 lalu kejadian banjir masih terjadi dibeberapa kabupaten/kota yaitu di Kota Pekanbaru, Kabupaten Inhil, Kabupaten Inhu, Rohil, Kampar, Bengkalis dan Kuansing.
Sehingga dengan adanya bencana banjir itu menyebabkan masih ada masyarakat yang mengungsi di lokasi-lokasi daerah yang terdampak banjir tersebut yakni sekitar 1.210 KK atau sekitar 48.920 jiwa.
Kemudian, pada saat ini ada 6 kabupaten/kota yang masih berstatus darurat banjir dan masih dalam proses perpanjangan status.
Baca Juga gubernur-dan-forkompimda- riau-sambut-kepala-bnpb- melihat-langsung-bencana- banjir-yang-masih-melanda
Selanjutnya berdasarkan informasi dari petugas di lapangan bahwa lintas KM 83 di Desa Kemang Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan masih terdampak banjir dan kemarin udara masih naik hingga ketinggian 50 sampai 60 cm.
Kemudian pada saat ini pintu pelimpah PLTA Koto Panjang masih terbuka sebanyak 5 pintu atau 50 cm, yang artinya bahwa curah hujan dibagian hulunya yaitu Provinsi Sumatera Barat masih tinggi.
Selain itu, adanya pasang laut mengakibatkan lambatnya penurunan tinggi muka air sungai sehingga air masih banyak tergenang di pemukiman dan jalan-jalan serta infrastruktur lainnya.
Sehingga berdasarkan data dan kejadian yang ada, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan perpanjangan status darurat pencegahan bencana hidrometeorologi mulai tanggal 1-29 Februari 2024.
Sumber Media Center Riau
Artikel Terkait
Lokasi banjir Surabayaberkurang 201 titik, Wali Kota Eri Targetkan Nol di Tahun 2026
Gubernur Dan Forkompimda Riau Sambut Kepala BNPB Melihat Langsung Bencana Banjir Yang Masih Melanda
Gubernur Riau Edi Natar Nasution Akan Kumpulkan Perusahaan Kelapa Sawit Yang Bermasalah Dengan Masyarakat
Peduli PTPN IV Regional III Distrik Barat Serahkan Bantuan Sembako Untuk Masyarakat Terdampak Banjir
Pemprov Riau Akan Perpanjang Status Siaga Banjir