Kamis, 4 Juni 2026

Gubernur Edy Natar Nasution Perpanjang Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2024 Resmi Diperpanjang

Photo Author
Fahrin Waruwu, Nawacita Post
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 11:15 WIB
Foto Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution Saat Melihat Langsung Dan Menyerahkan Bantuan Terhadap Masyarakat Terdampak Banjir Bencana Hidrometeorologi 2024 (NAWACITAPOST.COM)
Foto Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution Saat Melihat Langsung Dan Menyerahkan Bantuan Terhadap Masyarakat Terdampak Banjir Bencana Hidrometeorologi 2024 (NAWACITAPOST.COM)
 
 
NAWACITAPOST.COM  - Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution resmi menetapkan perpanjangan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi di Provinsi Riau tahun 2024.
 
Gubri Edy Natar Nasution mengatakan, perpanjangan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi, mulai dari tanggal 1 Februari hingga 29 Februari 2024 mendatang, Jumat (2/2)
 
Perpanjangan penetapan status siaga bencana hidrometeorologi tersebut berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Riau nomor Kpts.152/11/2024.
 
 
Diketahui sebelumnya, Gubri telah mengeluarkan SK Gubernur Riau nomor Ktps/7743/XII/2023, yakni telah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi Provinsi Riau terhitung tanggal 22 Desember 2023 sampai dengan 31 Januari 2024.
 
Akan tetapi hingga saat ini masih terjadi banjir dibeberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan masih terbukanya pintu PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, sehingga perlu ditetapkan perpanjangan status siaga penangulangan bencana hidrometeorologi Provinsi Riau. 
 
 
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dijelaskan bahwa perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi Provinsi Riau ini berdasarkan data pada tanggal 31 Januari 2024 lalu kejadian banjir masih terjadi dibeberapa kabupaten/kota yaitu di Kota Pekanbaru, Kabupaten Inhil, Kabupaten Inhu, Rohil, Kampar, Bengkalis dan Kuansing.
 
Sehingga dengan adanya bencana banjir itu menyebabkan masih ada masyarakat yang mengungsi di lokasi-lokasi daerah yang terdampak banjir tersebut yakni sekitar 1.210 KK atau sekitar 48.920 jiwa. 
 
Kemudian, pada saat ini ada 6 kabupaten/kota yang masih berstatus darurat banjir dan masih dalam proses perpanjangan status. 
 
 
Selanjutnya berdasarkan informasi dari petugas di lapangan bahwa lintas KM 83 di Desa Kemang Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan masih terdampak banjir dan kemarin udara masih naik hingga ketinggian 50 sampai 60 cm. 
 
Kemudian pada saat ini pintu pelimpah PLTA Koto Panjang masih terbuka sebanyak 5 pintu atau 50 cm, yang artinya bahwa curah hujan dibagian hulunya yaitu Provinsi Sumatera Barat masih tinggi. 
 
Selain itu, adanya pasang laut mengakibatkan lambatnya penurunan tinggi muka air sungai sehingga air masih banyak tergenang di pemukiman dan jalan-jalan serta infrastruktur lainnya. 
 
 
Sehingga berdasarkan data dan kejadian yang ada, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan perpanjangan status darurat pencegahan bencana hidrometeorologi mulai tanggal 1-29 Februari 2024.
 
Sumber Media Center Riau 

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini