NAWACITAPOST.COM – Warga Desa Banuasibohou III, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, sempat menyambut gembira pembangunan sarana air bersih oleh Pemerintah Kabupaten Nias Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, khususnya bidang Sumber Daya Air dan Cipta Karya. Harapan mereka sederhana, setiap rumah bisa menikmati akses air bersih, sesuatu yang selama ini sulit didapatkan.
Namun, harapan itu sirna. Proyek pembangunan sarana air bersih yang dikerjakan oleh CV Laiya Queen sejak 22 Februari 2023 dengan durasi pelaksanaan 150 hari kalender, dan nilai anggaran sebesar Rp1.616.198.000, kini terbengkalai dan tidak berfungsi.
“Semenjak selesai dibangun akhir 2023 hingga sekarang, kami sebagai masyarakat tidak pernah merasakan manfaatnya. Kami menduga ada oknum-oknum yang secara berjamaah merampas uang rakyat dengan modus pembangunan yang ternyata tidak berguna sama sekali,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, kepada Nawacitapost.com baru-baru ini.
Senada dengan itu, Kesaniati Laia, seorang pendeta di Jemaat Banuasibohou III, juga menyampaikan kekecewaannya. "Sejak saya ditempatkan di sini pada September 2023, air tidak pernah mengalir ke rumah dinas pendeta. Saat musim kemarau, saya kerepotan mencari air. Padahal, anggarannya sangat besar. Saya berharap masalah ini menjadi perhatian publik agar sarana ini diperbaiki dan bisa dinikmati masyarakat," ujarnya saat dihubungi via telepon.
Baca Juga: 103.806 Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Telah Tiba di Madinah
Tokoh masyarakat Nias Utara, Baziduhu Zebua alias Ama Cece, juga angkat bicara. Ia mengapresiasi niat baik pemerintah, tetapi menyesalkan hasil akhirnya.
“Awalnya kita berterima kasih atas perhatian pemerintah terhadap warga Desa Banuasibohou III yang memang kesulitan air bersih. Tapi niat baik itu tidak tercapai. Uang negara miliaran rupiah habis, tapi masyarakat tetap tidak menikmati manfaatnya. Bahkan bendungannya sekarang tak bisa menampung air. Desa itu kecil, warganya miskin, dan tergolong desa stunting—kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Ama Cece.
Ia menambahkan, “Kita tidak tahu pasti apa penyebabnya. Hanya instansi terkait yang bisa menjawab. Tapi harapan kita, proyek ini bisa segera difungsikan karena masyarakat sangat membutuhkan, apalagi saat musim kemarau.”
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Cipta Karya yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Rahman Muttaqien Purba, menjelaskan bahwa pembangunan sarana air bersih tersebut sebenarnya telah selesai. “Pekerjaan sudah rampung, mulai dari pemasangan reservoar, rumah pompa, hingga genset. Saat serah terima dan uji coba, air sempat mengalir karena menggunakan genset,” ujar Purba saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/5/2025).
Baca Juga: Memasuki Pekan ke-3 Bulan Mei, Lapas Amuntai Lakukan Panen Kangkung
Namun, lanjutnya, permasalahan muncul pada daya listrik. “Jika memakai genset, biaya operasionalnya besar. Kami sudah menyurati PLN untuk penambahan daya, bahkan Bupati pun sudah berkomunikasi dengan mereka. Tapi belum ada tanggapan hingga sekarang. Selain itu, tembok penahan tebing pada bendungan juga mengalami kebocoran, sehingga air tidak bisa tertampung,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Esteran Zebua selaku Direktur XXIII CV Laiya Queen, perusahaan pelaksana proyek, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Pantauan awak media menunjukkan bahwa kondisi bendungan yang rusak menyebabkan air tidak tersalurkan ke rumah-rumah warga. Proyek yang semula diharapkan memberi kehidupan, kini justru menyisakan tanda tanya dan kekecewaan mendalam.
Artikel Terkait
Bupati Nias Barat Siap Tindaklanjuti Temuan BPK Sumut Terkait LKPD 2024
Warga Riau & Pelalawan Asal Nias Membanjiri Halaman rumah Talabu dalam Acara Doa Syukuran Pelantikan Bupati Sokhiatulo Laia dan Wakil Bupati Ir. Yusuf
Ernawati Gulo Jabat Pj Sekda Nias Barat, Bupati: Harus Jadi Motor Penggerak, Bukan Sekadar Pelaksana Teknis
Cegah Inflasi Daerah, Sekda Kabupaten Nias Monitoring Harga Pasar Pekan Hiliweto Gido
E-Bimtek Penerapan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias T.A 2025