Kamis, 4 Juni 2026

Status Geopark Kaldera Toba Terancam Dicabut UNESCO, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Rabu, 14 Mei 2025 | 16:04 WIB
Status Geopark Kaldera Toba Terancam Dicabut UNESCO (Dok. calderatobageopark.org)
Status Geopark Kaldera Toba Terancam Dicabut UNESCO (Dok. calderatobageopark.org)

NAWACITAPOST.COM - Kaldera Toba, yang berada di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, telah menyandang predikat prestisius sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark sejak Juli 2020. Namun, status bergengsi ini kini berada di ujung tanduk.

Ancaman pencabutan status tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu, pada Selasa (13/5).

Ia menyampaikan bahwa jika pengelola Geopark Kaldera Toba tidak segera menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh tim asesor UNESCO, maka status global tersebut bisa saja dicabut.

Sejak September 2023, UNESCO telah mengeluarkan “kartu kuning” sebagai peringatan, sekaligus memberikan waktu dua tahun bagi Indonesia untuk memperbaiki tata kelola kawasan tersebut.

Baca Juga: Jin Pengrusak Keharmonisan Rumah Tanggga, Simak Sinopsis Film Horor 'Dasim'

Bane menegaskan bahwa mempertahankan status ini membutuhkan komitmen serius, termasuk dalam hal edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga lokal.

Ia juga menekankan bahwa predikat UNESCO Global Geopark bukan hanya sekadar label. Gelar ini harus dibarengi dengan manajemen yang berkesinambungan dan melibatkan masyarakat secara aktif.

Lebih lanjut, Bane menyarankan agar pengelolaan geopark yang saat ini berada di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ditinjau kembali.

Menurutnya, beban tugas kementerian tersebut terlalu luas sehingga dikhawatirkan penanganan geopark tidak menjadi prioritas utama.

“Perlu ada perhatian khusus, karena mendapatkan status geopark dari UNESCO bukan hal yang mudah,” ujar Bane, dikutip dari Antara pada Rabu (14/5).

Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah menunjukkan komitmennya dengan menjaga konsistensi kepemimpinan dan kebijakan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan Geopark Kaldera Toba.

Hal ini penting karena penilaian ulang oleh tim asesor UNESCO dijadwalkan berlangsung pada Juni 2025.

 

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini