NAWACITAPOST.COM — Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya foto lembaran dokumen resmi bertanda tangan Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, yang berakhir tragis di meja makan.
Naskah dinas bernilai strategis bagi keselamatan publik tersebut ditemukan berlumur bumbu kacang dan dijadikan sebagai pembungkus nasi pecel di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Kejadian ironis ini mencuat ke publik setelah diungkap oleh pemilik akun Threads @stevendamai. Dalam unggahannya, ia membagikan foto fisik lembaran surat yang masih memuat atribut kelembagaan utuh, mulai dari kop resmi, paraf hierarki, hingga cap basah dan tanda tangan pejabat dinas terkait.
Baca Juga: Formasi Utama Pulih, Menkeu Suahasil Nazara Siap Pimpin Tiga Wakil Menteri Mengawal Fiskal Negara
Dalam utas yang memicu gelombang emosi warganet tersebut, pengunggah menyuarakan rasa terkejut sekaligus keheranannya atas bagaimana arsip negara berkategori krusial bisa tercecer hingga ke pedagang makanan di ibu kota.
“Bisa-bisanya dokumen asli cap basah, paraf dan tandatangan basah sampe ke tangan rakyat jelata. Ini buat bungkus nasi pecel di Jakarta. Sekali lagi, buat bungkus pecel,” tulisnya, dikutip pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Berdasarkan rincian dalam lembaran yang tersisa, dokumen bersangkutan sejatinya ditujukan langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum bertanggal 2 Juli 2026 dan ditandatangani oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae.
Naskah tersebut memuat permohonan mendesak terkait intervensi pemulihan infrastruktur vital di wilayah pascabencana.
Di dalam dokumen tertera keterangan bahwa terdapat satu jembatan yang mengalami kerusakan krusial dan membutuhkan penanganan segera, yakni Jembatan Rahmat - Palolo (Jembatan Rahmat 1).
Kerusakan prasarana tersebut mengancam konektivitas daerah karena merupakan akses utama menuju lokasi terdampak gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026.
“Kami mohon kiranya agar dapat diberikan bantuan berupa penanganan teknis agar layanan infrastruktur jalan dan jembatan dapat pulih sepenuhnya guna melayani kebutuhan masyarakat,” tulis keterangan pada dokumen itu.
Penemuan surat berharga di atas kertas pembungkus makanan ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai nasib permohonan bantuan tersebut.
Steven menaruh keprihatinan besar apabila substansi permohonan yang menyangkut hajat hidup orang banyak di daerah terdampak gempa justru menguap tanpa tindak lanjut akibat tata kelola administrasi yang buruk.
“Tentunya kaget, karena dokumen ini isinya sangat penting bagi warga Sigi,” ungkap Steven lagi.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih: Listyo Sigit Merapat ke Istana Gantikan Dudung Abdurachman
Fenomena yang mencoreng tata kelola kearsipan ini langsung memantik respons mendalam dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sigi.
Bupati Sigi secara pribadi memberikan tanggapan langsung pada kolom komentar utas yang viral tersebut dan menyampaikan rasa keprihatinannya atas nasib dokumen daerahnya.
“Saya Bupati Sigi tentu sedih dan terkejut melihat dokumennya, kami tidak mengetahui bagaimana dokumen berikut bisa seperti ini,” tulis Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menjawab utas tersebut.
Peristiwa ini mendadak menjadi sorotan publik nasional yang mempertanyakan mekanisme keamanan kearsipan, prosedur distribusi surat dinas antarlembaga pemerintahan, hingga transparansi penanganan infrastruktur pascabencana di tingkat pusat maupun daerah.