internasional

Perang HAMAS Vs Israel, Ketum PGI Pdt Gomar Gultom, M.Th : Mendukung Resolusi PBB dan Seruan Kepala Gereja di Yerusalem

Jumat, 3 November 2023 | 11:27 WIB






NAWACITApost.com - Sejak HAMAS atau Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (Gerakan Perlawanan Islam) memasuki negara Israel pada Sabtu, 7 April 2023, dan membunuh lebih dari 1400 orang di Israel dari berbagai negara termasuk bayi, anak-anak dan lansia, serta menyandera 200 orang. Israel pada esok harinya 8 Oktober 2023 sampai kini belum ada tanda-tanda akan berakhirnnya perang. Apalagi sampai tercapainya gencatan senjata.





Bahkan, PM Israel Benyamin Netanyahu mengatakan tidak ada gencatan senjata dengan kelompok teroris HAMAS. Sebutan HAMAS sebagai teroris bukan hanya diucapkan oleh PBB dan Amerika, tetapi negara Arab Suadi mengatakan hal serupa.





Salah satu doktrin atau ideologi HAMAS, menyatakan tidak ada perdamaian dengan Israel. Hal itu dibuktikan dengan menolak perjanjian Oslo 1993 yang ditandatangani Pemimpin PLO (alm) Yasser Aarafat dengan PM Isarel, Yitzhak Rabin.





Bahkan sebelum serangan HAMAS pada 7 Oktober 2023. Perang HAMAS Vs Israel, telah berlangsung beberapa kali, dan upaya gencatan senjata disetejui. Namun, kali ini Israel tak mau ada gencajatan senjata dengan HAMAS. Alasan Netanyahu, jika dilakukan gencatan senjata dengan HAMAS, berarti Israel menyerah.





Menyikapi situasi yang kian tidak menentu perang HAMAS Vs Israel. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyatakan sikap. "Mencermati dengan kepedihan mendalam tentang bencana kemanusiaan yang sedang terjadi di Israel dan Palestina, di mana ribuan orang termasuk anak-anak terluka, meninggal dunia, serta harus mengungsi meninggalkan pemukiman dan rumah mereka akibat konflik antara Hamas dan Israel. Sejak 7 Oktober 2023 sampai hari ini, tercatat lebih dari 10 ribu orang dari pihak Israel dan Palestina telah meninggal dunia akibat konflik ini. Ratusan ribu orang harus mengungsi di tengah peperangan yang berkecamuk dan dalam situasi yang sangat memprihatinkan. Penduduk wilayah Gaza dan warga Israel di kota-kota perbatasan dengan teritori Palestina telah menjadi korban dan dicekam oleh trauma dan ketakutan siang dan malam," tegasnya.





Dalam situasi kekerasan yang berkembang, PGI mengecam keras tindakan apapun yang menargetkan warga sipil, penggunaan warga sipil sebagai ‘perisai manusia’, terlepas dari perbedaan kebangsaan, etnis, atau keyakinan mereka. Terhadap konflik di wilayah ini, PGI mendukung tuntutan yang dikeluarkan oleh para Kepala Gereja di Yerusalem agar terciptanya kejelasan masa depan bagi warga Palestina dan Israel, yang dibangun berdasarkan keadilan, bukan kekuatan militer, di mana Hukum Internasional diterapkan secara konsisten dengan tanpa memihak.


Halaman:

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB