NAWACITApost.com - Afghanistan dilanda bencana gempa bermagnitudo 6,3 pada Sabtu (7/10/2023). Pusat gempa terletak di daerah terpencil, 30 kilometer barat laut ibu kota Provinsi Herat.
Kepala tanggap darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Afghanistan, Alaa AbouZeid menyebut, perempuan dan anak-anak adalah dua pertiga dari korban gempa yang mengalami luka parah. Pemerintah Taliban mengatakan setidaknya 2.400 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (7/10/2023).
Angka itu menempatkan gempa Afghanistan kali ini menjadi salah satu yang paling mematikan di dunia tahun ini. sebagian besar dari mereka yang terluka dan meninggal dunia adalah perempuan dan anak-anak yang saat itu berada di dalam rumah," ujar Alaa AbouZeid kepada Reuters.
AbouZeid memastikan, tim tanggap darurat WHO menanggapi dampak gempa Afghanistan dengan serius. Meskipun tim tanggap darurat telah menyelamatkan banyak nyawa, namun rumah sakit diminta harus lebih siap untuk menangani lebih banyak korban dan situasi serupa di masa depan.
Terlebih, sistem perawatan kesehatan Afghanistan sebagian besar bergantung pada bantuan asing. Kantor kemanusiaan PBB telah mengumumkan bantuan senilai 5 juta dollar AS untuk tanggap darurat gempa. Namun, bantuan materiil yang segera datang hanya berasal dari beberapa negara saja.