NAWACITAPOST.COM - Kanada tengah diterpa musibah banjir salah satunya provinsi Nova Scotia. Peristiwa itu membuat sejumlah gedung rusak hingga 4 orang hilang.
Dilansir dari beberapa sumber, hujan disertai badai itu terjadi sejak Jumat (21/7/2023). Banjir setinggi lebih dari 25 cm (10 inci) ini melumpuhkan jalanan kota.
Musibah banjir di Kanada ini merupakan yang terbesar lantaran melemahkan jembatan dan menggenangi bangunan.
"Kami mengalami situasi yang menakutkan dan signifikan," kata Perdana Menteri Nova Scotia Tim Houston sebagaimana dilansir Reuters.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa setidaknya tujuh jembatan harus diganti atau dibangun kembali.
"Kerusakan properti pada rumah-rumah... sangat tidak terbayangkan," katanya dalam konferensi pers. Houston mengatakan provinsi itu akan mencari dukungan signifikan dari pemerintah federal.
Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan di Toronto bahwa dia sangat prihatin dengan banjir tersebut dan berjanji bahwa Ottawa "akan hadir" untuk provinsi tersebut.
Banjir itu adalah bencana terkait cuaca terbaru yang melanda Kanada tahun ini. Kebakaran hutan telah membakar rekor jumlah hektar, mengirimkan awan asap ke Amerika Serikat (AS). Awal bulan ini, hujan lebat menyebabkan banjir di beberapa negara bagian AS bagian timur.
Pihak berwenang telah mengumumkan keadaan darurat di Halifax, kota terbesar di Nova Scotia, dan empat wilayah lainnya.
Kotamadya regional di Halifax melaporkan "kerusakan signifikan pada jalan dan infrastruktur" dan mendesak orang untuk tinggal di rumah dan tidak menggunakan mobil mereka.
Gambar yang diposting di media sosial dari Halifax menunjukkan mobil yang ditinggalkan hampir tertutup air banjir dan petugas penyelamat menggunakan perahu untuk menyelamatkan orang.
Houston, mengutip polisi, mengatakan dua anak hilang setelah mobil yang mereka tumpangi tenggelam. Dalam insiden lain, seorang pria dan seorang pemuda hilang setelah mobil mereka masuk ke dalam air yang dalam.