Baca Juga : Waspada Jusuf Kalla Mengulang Pilkada 2017 untuk Pilpres 2024, Anies Baswedan Capresnya
Menanggapi ocehan Refly itu. Penggiat media sosial Rudi Kamri dalam chanel Youtube Kanal Anak Bangsa, Kamis (15/12/2021) menyatakan, bahwa ukuran pendidikan tak menjamin seseorang berhasil melaksanakan tugas sebagai pemimpin.
Rudi mencontohkan, Presiden Pertama RI Soekarno, Wakil Presiden RI Ketiga Adam Malik Susi Pudjiastuti, dan beberapa menteri lainnya, pendidikannya tak sama dengan Anies.
Lalu, Rudi melanjutkan yang tak sama pendidikannya dengan Anies ini, malah mampu memimpin dibidangnya dan memajukan Indonesia di dunia internasional. Secara otomatis mensejahterakan rakyat.
Rudi memaparkan juga prestasi Jokowi. Saat jadi Walikota Solo, Gubernur Jakarta, dan kini periode kedua sebagai Presiden. Mulai dari transparansi, lelang jabatan, menurunkan angka kemacetan dan banjir. Bahkan mampu menjadikan Indonesia disegani oleh negara-negara besar seperti Amerika, China, Rusia, dan lain-lain.
Sementara Anies, ucap Rudi. Pernah jadi bawahan Jokowi sebagai menteri Pendidikan tetapi hanya bertahan 2 tahun dan dipecat.
Lebih parahnya, Anies menjadi Gubernur hanya modal dengan berjualan ayat dan mayat. Sehingga Rudi mengatakan Anies menjadi Gubernur adalah kemunduran demokarasi bagi Indonesia, khususnya di Jakarta.
Hasilnya, banjir bertambah parah, kemacetan apalagi. Kontroversial kebijakan terjadi di era Anies, jelasnya.
Membandingkan Anies dan Jokowi soal pendidikan bukan ukuran. Bahkan Rudi Kamri menyatakan Jokowi dan Anies bagaikan langit dan bumi.
Jadi lawakan Refly Harun yang tak bermutu. Menunjukan kepakarannya sebagai ahli tata negara hilang daya kritis intelektualnya.
Seperti diketahui, bahwa Refly Harun pernah dipecat sebatai komisaris oleh Menteri BUMN kala itu. Karena kinerja sebagai komisaris Pelindo tak menunjukan prestasi luar biasa. Malah saat menjadi komisaris itu, kritik tak bermutu Refly ke pemerintahan Jokowi kerap dilakukannya.