Baca Juga : Jika Taliban Indonesia Berkuasa? Syariat Islam Hukumnya
Namun bagi budayawan senior Indonesia yang pernah menjadi Kepala Lembaga Kantor Berita Nusantara (LKBN) Antara, Mohamad Sobary bahwa apa yang dikatakan "Pak JK itu harapan keamanan atau political statement. Kalau harapan terbentuknya tingkat keamanan dunia, dan dia punya data dan menganalisis persoalan itu dengan akurat, maka dia berada di hati, barangkali sebutannya mayoritas masyarakat dunia," jelas M Sobary dalam kanal Youtube Total Politik dengan acara Ngaso (Ngariung Sore atau kumpul sore) .
"Tapi kalau itu political statement, dia ingin menidurkan musuh-musuhnya Taliban, dan ingin menidurkan potensi di dunia yang ingin menjadi atau boleh dibilang kawan-kawannya Taliban, kepanjangan tangan Taliban, supaya masyarakat dunia tertidur, dan Taliban sendiri akan gerayahan kesana kemarin.
"Pak JK punya kecanggihan seperti itu, meskipun dia sering salah kalau ngomong, tapi ini perlu diwaspadai. Artinya kalau, kita yang ngomong saya cenderung tidak percaya," tegasnya.
Ketika ditanya melihat pernyataan Pak JK tentang Taliban yang telah berubah tapi faktanya berbeda, yaitu masih terjadi kekerasan secara masif terhadap warga Afganistan yang pro budaya barat. Menurut M Sobary itu "sangat relevan dengan kepentingan Pak JK sendiri. Pak JK kan orang yang sedang berkonflik di dalam negeri, sedang memerangi pemerintah, karena kepentingan bisnisnya tidak bisa diakomodir pada satu sisi."
Kejengkelan pada pemerintah setidaknya hampir 5 tahun yang lalu ditambah masa sekarang ini, ya jengkel sekali dengan itu. Nomor dua, karena itu dia tidak punya cara lain, kecuali membackup calon-calon orang-orang yang memiliki mentalitas taliban di Indonesia itu kawan-kawannya dia, tandasnya.
Sepertinya JK tak bisa bergerak semaunya saat Jokowi berkuasa sebagai Presiden. Buktinya, menjadi Wapres saja, JK tak bisa apa-apa. Mungkin dipikirnya, menjadi pendamping Jokowi selama 5 tahun (2014 -2019) ternyata JK tak punya kemampuan mempengaruhi kakek Jan Ethes. Apalagi saat dirinya tak berkuasa sebagai Wapres, makin menyusut usahanya dan kabarnya merugi sangat banyak.
Modal JK sebagai juru runding dan damai GAM di Aceh, Konflik Maluku, Poso dan Maluku membuat Taliban mendekatinya. Dugaannya sebagai juru runding itu tidak gratis. Ada sederet syarat yang harus dipenuhi Taliban dan pemerintahan Afganistan saat itu.
Maka, ketika Taliban berkuasa. Kemungkinan misi balas dendam JK kepada pemerintahan Jokowi dilakukan. Segala cara dia gunakan.
Sebelumnya kan pernah dekat dengan PKS, lalu menyatakan bahwa Rizieg Shihab sebagai pemimpin alternatif. Dua hal itu tinggal kenangan. Harapan satu-satunya yakni pada Taliban.