internasional

Jokowi Sudah Tahu JK Dekat ke Taliban

Senin, 23 Agustus 2021 | 17:36 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - PRESIDEN Jokowi pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Afganistan Januari 2018. Kunjungan Jokowi yang penuh resiko itu, tanpa mengenakan pakaian anti peluru, bahkan ada yang menyarankan untuk membatalkan kunjungan tersebut. Maklum, saat itu masih kental perang antara tentara Afganistan dan kelompok Taliban.

Baca Juga : Waspada! Taliban Berkuasa, JK Bisa Gerakan Eks HTI dan FPI?


Seperti yang terjadi, dua hari sebelum Jokowi tiba di Afganistan, 100 orang tewas akibat ledakan bom yang dipasang di mobil ambulans.

Namun, kenapa Jokowi tetap nekad berkunjung ke ibukota yang bernama Kabul, hanya mengenakan pakaian yang biasa ia gunakan.

Sebab, Jokowi sudah mendapat informasi A satu (penyebutan untuk 100 persen yang artinya siap dilaksanakan). Dari mana informasi didapat? Jusuf Kalla (JK), memastikan ke Jokowi, aman berkunjung ke Afganistan.

Informasi saja, JK saat jadi Wapres menjadi juru runding antara pemerintah Afganistan dan Taliban, dan menjamu Taliban dan Tim Presiden Asrhraf Gani di rumah dinas Wapres secara terpisah.

Kemudian, setelah tak menjabat Wapres, JK masih punya jabatan bergengsi sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia dan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia. Sehingga dua kali diminta pihak Taliban dan kemungkinan disetujui 'terpaksa' oleh Afagnistan.

JK memang adalah juru runding atau juru damai baik di dalam negeri : Aceh (GAM), Malaku (konflik horisontal - agama), Sulteng - Poso (Konflik horisontal - agama).

Selain itu JK juga melekat jiwa bisnisnya atau tepatnya pedagang. Aceh, banyak bahan sumber daya alam, mulai gas dan minyak bumi serta perkebunan, Poso dan Maluku banyak sumber daya perikanan, minyak bumi dan kayu hitam. Afganistan pun kabarnya menyimpan devisa yang kabarnya mencapai 14.500 triliun rupiah.

Bahkan, saat bertemu Taliban di rumah dinas Wapres di Jalan Diponegoro, JK sempat dikecam Amerika Serikat,  karena menerima kelompok teroris itu.

Namun, JK tak menanggapinya, karena itu bukan urusan Amerika. JK berpikir,  bahwa Taliban bisa berubah.

Yang perlu dicatat, bahwa Jokowi sudah tahu JK dekat ke Taliban. Pertama Jokowi tak mengenakan pakaian anti peluru, Kedua rumah dinas Wapres dipakai untuk menjamu Taliban, Ketiga mungkin juga JK sudah diberi tahu tentang berkuasanya Taliban dari elit Taliban yang pernah bertemu.

Karena itu, pertimbangn Jokowi, JK selain terkena aturan UU jabatan Presiden dan Wapres tak boleh dua kali menjabat. Jokowi juga sudah mengambil ancang-ancang berpasangan dengan KH Maruf Amin di pencapresan 2019.

Tinggal menanti struktrur pemerintahan Taliban, JK bisa datang atau tidak, itu bukan soal. Yang jelas, jasa JK akan selalu diingat oleh Taliban. Dugaan dan Kemungkinan, adanya perusahaan JK di Afganistan nanti.

 

 

 

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB