internasional

Waspada! Taliban Berkuasa, JK Bisa Gerakan Eks HTI dan FPI?

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:24 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - MUNGKIN, salah satu orang Indonesia yang paling senang atas berkuasanya Taliban di Afganistan. Yaitu, Wakil Presiden RI ke - 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK). Rekam jejak digitalnya jelas terpatri dengan gamblang, dan menjadi pertanyaan berbagai pihak, terutama yang  pro Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

Baca Juga : Fadli Zon Minta BPIP Dibubarkan karena Lomba Artikel, Rasa Nasionalismenya Diragukan?



Yang mana, delapan Tiga (83) hari saat JK akan melepaskan jabatan Wakil Presiden. Manufer dilakukan olehnya. Pada Sabtu, 27 Juli 2019, kediaman resmi Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat menjadi saksi bisu diterimanya Wakil Pemimpin Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar.

Baradar beserta rombongan tiba di kediaman Wapres pada pukul 17.45 WIB langsung disambut oleh Wapres dan keluarga. Sholat bersama diakukan dan jamuan makan malam dijamu resmi oleh JK.  Selama 3 jam lebih Baradar berada dan berbincang dengan JK. Dan sekira pukul 21.00 WIB di tanggal tersebut, Baradar beserta rombongan meninggalkan kediaman Wapres.

Kini ocehannya mulai terdengar dan nyaring suaranya. Kata JK, Taliban akan lebih terbuka ketika resmi mengambil alih pemerintahan setelah menduduki Istana Kepresidenan Afghanistan pada Minggu (15/8/2021).

JK begitu yakin menilai Taliban saat ini sudah banyak berubah dan berbeda ketimbang ketika memerintah Afganistan pada 1996-2001 lalu.

"Saya yakin pemerintahan Taliban ini lebih terbuka. Saya yakin Taliban banyak berubah ketimbang waktu pemerintahan yang pertama 1996-2001. Dia tidak seperti itu lagi. Dia akan menjadi terbuka," kata JK dalam konferensi pers pada Senin (16/8/2021).

Ternyata, saat Taliban berkuasa di tahun 1996 -2001. Hanya tiga negara yang mengakui, salah satu negara itu Indonesia. Dan, JK berada dibalik itu. Kenapa? Bisnis JK bisa berlipat ganda, saat punya kekuasaan. Atau setidaknya dekat dengan kekuasaan. Dan, kini JK dekat dengan Taliban yang berkuasa.

Bisa jadi,  berkuasanya Taliban jilid dua di Agustus 2021. JK mengetahuinya, atau dihubungi langsung oleh pemimpin Taliban. Jadi, ketika nanti ada perayaan khusus Taliban, orang yang datang ke acara itu, kemungkinan JK.

Setelah Taliban menguasai Istana Presiden yang ditinggalkan Ashraf Ghani, Minggu (15/8/2021). Sehari kemudian JK lakukan konferensi pers, hanya untuk menegaskan bahwa Taliban tak seperti dulu. Artinya, saat itu hak perempuan untuk bekerja dan beraktivitas tak punya akses penuh.  Yang menjamin itu, JK tetapi tetap saja kendali utamanya ada di pemerintahan Taliban.

Yang jelas, kekuasaan yang akan dilakukan Taliban menerapkan  konstitusi Islam yang dijalankannya.

Yang jelas, Taliban akan memberlakukan syarikat Islam kepada warganya dan seluruh orang asing yang berada di Afganistan. Kaum perempuan menjadi warga kelas dua dan tiga di negara itu.

Pertanyaannya, kenapa JK perlu mengadakan konferensi pers  untuk berkuasanya Taliban di Afganistan, tersirat adanya pesan khusus dari eks orang nomor di Indonesia Pertama JK mengucapkan selamat kepada Taliban, Kedua JK ingin menjadi perantara utama hubungan Indonesia dan Afganistan. Ketiga JK ingin mengatakan kepada kelompok Taliban Indonesia, seperti eks HTI dan FPI untuk bergerak dan bangkit serta merebut kekuasaan di Indonesia.

Seperti diketahui, Kelompok Taliban yang punya pasukan tentara aktif 50.000 dan ditambah kekuatan cadangannya yang bisa dimobilasi menjadi 200.000, hanya dalam hitungan tak lebih dari 5 hari sudah menguasai Afganistan.  Termasuk istana Presiden, bandara dan tempat-tempat penting lainnya. Sementara pemerintah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang melarikan ke Tajikistan dan Uzbekistan sebenarnya punya pasukan tentara aktif 300.000, tetapi tidak digunakan dengan alasan tak mau adanya pertumpahan darah.

 

 

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB