internasional

Luhut Binsar Pandjaitan Bukan Hanya Agen Aseng, Ternyata Arab Juga

Senin, 12 Juli 2021 | 14:38 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - DICAP atau dilabeli sebagai antek asing atau aseng, tepatnya China. Luhut Binsar Pandjaitan biasa disapa LBP dikecam kelompok pro intolren dan radikalisme. Intinya anti Jokowi banyak mengkritik Menteri Perindustrian era Gus Dur ini.

Baca Juga : Ade Armando : Anies Didukung PDIP, PKS Incar Ganjar?



Kedekatannya dengan Presiden Jokowi didasarkan pada kinerja, tepatnya tupoksi tugasnya.  Sebagai bawahan Presiden, Luhut hanya tunduk pada peraturan Undang-undang. Tak bisa dikompromomikan atau dinegosiasikan untuk hal ini, tegasnya dalam bincang santai tapi serius dalam Chanel Youtube Cokro TV yang dipandu oleh aktivis Media Sosial, Ade Armando belum lama berselang.

Lanjut Luhut dalam perbincangan di Cokro TV tersebut. Dirinya banyak dikecam dengan sebutan pro aseng alias pro Tiongkok. Baginya, mereka yang menuduh itu tak punya data dan fakta dalam melontarkan kabar itu, hanya sekedar isu.

Prinsipnya, dalam berbisnis dengan negara lain, termasuk China. Indonesia harus mendapat keuntungan yang lebih. Itulah yang disukai Jokowi kepada Luhut menurut berbagai sumber dekatnya.

Ternyata, apa yang dilakukan Luhut dalam melakukan perjanjian kerjasama perdagangan, berlaku juga dengan negara Arab, terutama Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Ya, itu keuntungan Indonesia harus lebih. Yang diterapkannya, berbuah manis. Pengusaha UEA  banyak berbondong-bondong menanamkan usahanya di Indonesia.

Bahkan pengusaha ibukotanya Abu Dhabi, memberikan paket bonus berupa pembangunan masjid kelas internasional. Seperti yang dilakukan di Solo dan calon Ibukota Negara Baru. Hal tersebut, tak lepas dari tangan dingingnya dan operasi senyap yang dilakukan LBP.

Anehnya, ketika LBP menjadi agen Arab. Para pengkritik anti Jokowi. Diam seribu bahasa. Tak ada kata nyinyir, apalagi menguhajat. Jadi terbukti kan, bahwa LBP itu, setiap kiprahnya di luar negeri, khususnya berbisnis. Syarat utamanya, Indonesia harus untung lebih.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB