Pernyataan itu disampaikan setelah AS mencatat rekor lonjakan lebih dari 99 ribu kasus baru corona pada Jumat (30/10), hanya berselang beberapa hari jelang pemilu.
Baca Juga : Polisi Buru Perusak Tilang Elektronik di Jakarta
Alih-alih fokus menangani pandemi, Obama mengejek Trump yang justru menekankan pada jumlah massa yang hadir dalam kampanyenya selama ini. "Apakah tidak ada yang datang ke pesta ulang tahunnya ketika ia masih kecil? Apakah dia trauma?," ucap Obama dengan nada mengejek.
Tak hanya itu, Biden juga turut mengejek Trump dengan menyebutnya sebagai pria macho. Trump dalam sebuah kesempatan menyebut akan memukuli Biden jika diberi kesempatan dan menyarankan ia untuk mengenakan kacamata hitam demi menutupi operasi mata. "Ketika Anda masih berada di sekolah menengah, tidakkah Anda ingin mengambil gambar?," ejek Biden.
"Kami akan mengalahkan virus ini dan mengendalikannya dan langkah pertama untuk melakukannya adalah mengalahkan Donald Trump," ujar Biden.
Tim kampanye Biden mengatakan. Obama sebagai aset kampanye paling berharga jelang detik-detik akhir pemungutan suara yang bisa memberi energi kepada pemilih non-kulit putih yang menjadi harapan Demokrat mengalahkan Trump. Obama dijadwalkan akan melanjutkan kampanye ke Florida dan Georgia pada Senin (2/11). Sementara Biden dijadwalkan mengakhiri kampanyenya pada Senin di Pennsylvania, negara bagian tempatnya dilahirkan. Pada pemilu 2016 lalu Trump berhasil mengantongi suara dominan di Michigan. Pekan lalu Trump telah mengelar kampanye di Lansing, Michigan sebagai upaya merebut kembali hati pendukungnya. Perhitungan Associated Press mencatat, hingga Sabtu (31/10), hampir 92 juta pemilih telah memberikan suara secara nasional. Diperkirakan puluhan juta suara akan diberikan pada saat pemungutan suara ditutup pada Selasa (3/11) malam.