internasional

Gara- Gara Trump, Saham Eropa Merosot

Rabu, 30 September 2020 | 06:30 WIB
NAWACITAPOST-  Saham-saham Eropa tergelincir di pembukaan perdagangan hari ini. Kemerosotan ini terjadi karena investor masih menunggu gelaran 'panas', yakni debat Calon Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump versus Joe Biden. Faktor lainnya adalah paket stimulus fiskal AS terbaru yang masih ditunggu-tunggu para investor.

Dilansir dari Reuters, Selasa (29/9/2020), indeks saham STOXX 600 (.STOXX) turun 0,4%, mengikis keuntungan besar dari hari sebelumnya. Lalu, indeks di Frankfurt (.GDAXI), Paris (.FCHI) dan London (.FTSE) masing-masing turun antara 0,4% -0,5%. Dari sektor, indeks saham 600 bank Eropa .SX7P, lalu indeks saham dari para produsen mobil .SXAP, dan indeks 600 travel agent dan rekreasi Eropa .SXTP, semuanya turun antara 0,7% dan 0,9%.
Baca Juga : Kota Batik Zona Merah, Menko PMK Muhadjir Tinjau Kesiapan Sarana Penunjang

Investor sedang menimbang potensi dampak pada ekonomi AS baik dari terpilihnya kembali Presiden Donald Trump, atau kemenangan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Banyak yang melihat kemenangan Biden meningkatkan peluang stimulus fiskal lebih lanjut untuk melawan tekanan ekonomi dari pandemi virus Corona (COVID-19), menilai skenario seperti itu akan menguntungkan bagi saham.Ahli Strategi Pasar Global J.P Morgan Asset Management Mike Bell, ahli strategi pasar global di J.P. Morgan Asset Management mengatakan.  Apa yang tampak jelas adalah jika melihat gelombang biru, gerakan Demokrat, pasti akan melihat stimulus fiskal yang substansial. Melalui kampanyenya, Biden memanfaatkan serangan baru terhadap Trump, yakni dengan tuduhan petahana Partai Republik itu mempermainkan sistem untuk menghindari pembayaran pajak yang adil. Debat malam ini akan menjadi kritis, karena ini merupakan salah satu peluang atau bola mati terakhir bagi salah satu kandidat untuk mengubah kontur balapan. Tak hanya bursa Eropa, bursa AS juga dipastikan dibuka rendah. Apalagi S&P 500 dan Nasdaq telah melepaskan keuntungan dari penjualan sebelumnya, dan dipastikan akan tergelincir ke wilayah negatif.

 

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB