internasional

Menteri Pertahanan Prabowo Temui Wamen Rusia, Ada Apa ?

Rabu, 24 Juni 2020 | 10:41 WIB
NAWACITAPOST-  Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia, Selasa (23/6/2020). Kunjungan ini merupakan yang pertama selepas pandemi Covid-19 mulai menghantam dunia beberapa waktu lalu.

Seperti dikutip dari akun Twitter resmi Kementerian Pertahanan RI, yaitu @Kemhan_RI, Prabowo menemui Wakil Menteri Pertahanan Rusia Colonel General Alexander Fomin di kantor Kemhan Rusia, Moskow, Selasa (23/6/2020) waktu setempat.

"Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membicarakan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, latihan bersama, serta kerja sama industri pertahanan," tulis @Kemhan_RI.

Baca Juga : Korea Utara Tangguhkan Aksi Militer Korea Selatan


Prabowo berada di Rusia dalam rangka memenuhi undangan Menhan Rusia Sergey Shoygu untuk menghadiri Parade Ulang Tahun ke-75 Kemenangan Rusia terhadap Jerman pada Perang Dunia II tahun 1941-1945.

"Ya tadi disinggung juga (soal pembelian Sukhoi), itu tinggal tunggu proses saja," kata Wahid saat itu. "Iya (pembicaraan seputar kontrak pembelian Sukhoi) masih on. Ya segera setelah persyaratan terpenuhi (kontrak pembelian akan disepakati)," lanjutnya.

Setelah itu, tidak lagi terdengar tindak lanjut dari pertemuan itu mengingat pandemi Covid-19 menerjang. Baik Rusia maupun Indonesia terkena dampak baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

Kemudian pada Jumat (29/5/2020), sebuah kabar tersiar dari Rusia. Via laman stasiun televisi milik Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda, Rosoboronexport (perwakilan negara untuk ekspor/impor produk dan teknologi pertahanan Rusia) merilis informasi terkait Sukhoi Su-35.

Perusahaan itu meyakinkan mampu memenuhi kebutuhan Indonesia akan pesawat tempur multiguna tersebut. Tidak hanya itu, Rosoboronexport menjanjikan siap memenuhi apapun permintaan Indonesia terkait Sukhoi Su-35.

"Kami yakini ini adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan kemampuan tempur angkatan udara Indonesia," tulis Rosoboronexport seperti dikutip Zvezda, Senin (1/6/2020).

Dalam pemberitaan itu, Rosoboronexport turut menyinggung Amerika Serikat (AS). Menurut mereka, upaya AS menekan negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk membatalkan akuisisi Sukhoi Su-35 tidak dapat diterima dan merupakan "manifestasi dari kompetisi yang tidak adil"

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB