internasional

Resolusi PBB Disepakati Tanpa Pertemuan Fisik

Jumat, 3 April 2020 | 17:37 WIB

Jakarta, Nawacitapos - Pertama kalinya, Indonesia bersama Ghana, Liechtenstein, Norwegia, Singapura dan Swiss telah meloloskan resolusi Majelis Umum PBB berjudul “Global Solidarity to Fight COVID-19" yang diputuskan secara aklamasi,  2 April 2020 kemaren di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.


Resolusi juga menegaskan peran sentral World Health Organization (WHO) di garda depan koordinasi dengan semua elemen masyarakat internasional.


Secara khusus resolusi juga memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja di bidang kesehatan, profesi medis, dan para peneliti yang terus bekerja di bawah kondisi yang sangat sulit.


“Sebanyak 188 negara anggota menjadi ko-sponsor resolusi yang merupakan jumlah yang signifikan dan pertama kali dalam sejarah PBB," ujar Dubes Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap RI pada PBB.


Hal ini menunjukan bahwa meskipun dalam situasi pandemik, diplomasi Indonesia di PBB masih tetap berjalan dan PBB tetap melakukan tugas / mandatnya.


Wakil Tetap RI juga menekankan bahwa resolusi ini telah disepakati secara virtual dan tanpa dilakukan pertemuan secara fisik, sebagai akibat dari kebijakan lock down oleh Gubernur Negara Bagian New York.


Sesuai data WHO yang diambil pada tanggal 3 April 2020, secara global terdapat lebih dari 900.000 total kasus COVID-19 dengan angka kematian yang mencapai lebih dari 45.693 jiwa.


Indonesia merupakan salah satu negara anggota PBB yang cukup aktif dibidang diplomasi kesehatan.


Indonesia saat ini adalah Ketua Foreign Policy and Global Health Initiative, suatu forum yang membahas dan memprakarsai isu kesehatan dan kebijakan politik multilateral yang beranggotakan Brazil, Norwegia, Perancis, Senegal, Thailand dan Indonesia.


Selain itu, Indonesia saat ini juga menjadi anggota Executive Board WHO, yakni badan eksekutif WHO yang membahas dan memutuskan arah kebijakan dan agenda kerja badan kesehatan dunia tersebut.


Sumber: Kemlu

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB