Jakarta, Nawacitapost - Akibat wabah virus Corona meluas akhirnya terpaksa Liga Spanyol ditunda, yang pada gilirannya membuat Barcelona, harus melakukan kebijakan memotong gaji pemain.
Seperti diketahui, Lionel Messi adalah pemain dengan nilai kontrak termahal di Barcelona.
Dikutip dari laman Sky Sports, Messi bisa saja hengkang dari Barcelona dengan berbagai faktor.
Dengan kebijakan pemotongan gaji pemain hingga 70 persen per pemain,membuat pemain hanya akan menerima 30 persen gaji mereka.
Meskipun kebijakan ini dikeluarkan RFEF, selaku induk sepak bola Spanyol, belum ada kesepakatan ataupun keputusan mengenai kebijakan ini dari pihak pemain.
Kebijakan ini dikabarkan diberlakukan sejak 19 Maret 2020, dan tentu saja semua pemain terkena dampaknya tidak terkecuali Lionel Messi.
Dengan nilai kontrak sebesar 500 ribu Paun per pekan, gaji per tahun sebesar 31 Juta Paun dan belum termasuk bonus, Messi akan kehilangan nominal yang sangat besar.
Ditambah, Messi dan Barcelona belum sepakat mengenai kontrak baru, membuatnya bisa berstatus bebas transfer musim panas ini.
Belum lagi adanya masalah ruang ganti, sudah menjadi rahasia umum, Messi adalah pemain dengan pengaruh terbesar, bahkan di klub perempuan, keputusan Messi akan sangat berpengaruh.
Faktor lain adalah Pemmilihan Presiden Barcelona, Josep Bartomeu kemungkinan besar masih akan terpilih dalam pemilihan tahun depan.
Bartomeu, menginginkan kontrak "seumur hidup" kepada Lionel Messi, tetapi Messi juga bisa memilih untuk hengkang. Tribunnews.com