1. Rekam Jejak Militer dan Pendidikan
Mojtaba merupakan veteran perang Iran-Irak (1980–1988), di mana ia bertugas di unit tempur garis depan. Pengalaman ini memberinya kredibilitas di mata para jenderal senior IRGC. Secara akademis, ia mendalami teologi di pusat pendidikan agama Qom dan menyandang gelar Hujjat al-Islam, satu tingkat di bawah gelar Ayatullah.
2. Pengaruh Politik dan Sanksi Internasional
Sejak 2019, Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi kepadanya. Intelijen Barat menilai Mojtaba sebagai wakil kepala staf ayahnya yang mengendalikan kebijakan strategis, mulai dari penindasan aksi protes domestik hingga operasi luar negeri. Ia dianggap sebagai "penjaga gerbang" utama Ali Khamenei selama dekade terakhir.
3. Kekayaan dan Jaringan Bisnis
Laporan Bloomberg yang mengutip sumber intelijen Barat menyebutkan bahwa Mojtaba diduga mengendalikan aset senilai lebih dari 100 juta dolar AS. Kekayaan ini disebut tersimpan melalui jaringan investasi properti yang kompleks serta perusahaan cangkang (shell companies) di luar negeri, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh secara ekonomi di Iran.
Masa Depan Geopolitik Timur Tengah
Dengan naiknya Mojtaba, arah kebijakan Iran diprediksi akan tetap berada pada garis konservatif radikal. Kedekatannya dengan IRGC memberikan sinyal bahwa Iran mungkin akan mengambil langkah-langkah balasan yang lebih agresif terhadap serangan AS-Israel sebelumnya.
Baca Juga: Rekam Jejak dan Profil Manto Jorghi Kepala Diskominfo Kota Depok
Dunia kini menanti apakah sang "Pemimpin Ketiga" mampu menavigasi Iran keluar dari isolasi internasional atau justru membawa kawasan menuju konfrontasi terbuka yang lebih luas.