Yang menarik dalam acara ini adalah penyajian makanan khas nusantara, yakni tumpeng. Siapa yang tak mengenal tumpeng? Makanan khas masyarakat Jawa ini sudah populer dijagat kuliner nusantara, bahkan dunia. Tumpeng hanya disajikan dalam acara resmi dan sakral, misalnya perayaan agama, pernikahan dan pesta besar lainnya. Dari bentuknya yang kerucut, tumpeng memuat nilai-nilai luhur yang diyakini turun-temurun yakni ingatan akan kesadaran manusia terhadap penciptanya.
Ternyata, akronim tumpeng adalah “Tumapaking penguripan, tumindak lempeng tumuju Pangeran dengan arti berkiblatlah kepada pemikiran bahwa manusia itu harus hidup menuju jalan Tuhan”, kata Andy Hartono seorang chef di Kem Chick.
Dalam konferensi persnya, Ritggers berharap bahwa hubungan baik yang terjalin antara AS dan Indonesia membawa nilai-nilai positif dan saling menguntungkan satu sama lain, terutama dalam kerjasama di bidang pertanian dan perdagangan.
Selanjutnya Ritggers juga berharap melalui manajemen Kems Chick dan outlet yang memuat produk-produk kuliner Amerika, kekayaan kuliner Amerika bisa lebih dikenal dan familiar di kalangan masyarakat Indonesia, demikian juga sebaliknya.
-
Leonard Tjahyadi juga berharap perayaan HUT yang sama yang akan dilaksanakan di Amerika bulan Agustus mendatang, mendatangkan minat warga Amerika untuk lebih menyukai produk-produk dan kuliner asal Indonesia.(Laporan Wawan)