Manila-NAWACITA. Pemerintah dan polisi Filipina menggunakan slogan "perang melawan Narkoba" di negara itu sebagai alasan memerangi dan melakukan pembunuhan yang luas terhadap warga. Polisi beroperasi dengan impunitas total ketika mereka membunuh orang-orang dari lingkungan miskin yang namanya muncul di daftar pengawasan obat terlarang yang dibuat di luar proses hukum.
Tindakan tersebut menarik perhatian Amnesty International dan mendesak PBB untuk menyelidiki kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan akibat kebijakan anti-Narkoba negara itu.
“Mereka Hanya Membunuh”, laporan itu menuduh polisi Filipina yang kerap membuat alasan untuk membenarkan tindakan mematikan terhadap orang yang diduga terlibat Narkoba. Dilansir dari VOA (9-7-2019), petugas kerap berdalih dengan alasan "operasi sergap" dan menuduh bahwa tersangka menembaki petugas dalam setiap razia.
Amnesty International juga menyatakan, "daftar pengawasan Narkoba" yang digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang yang terlibat perdagangan Narkoba "tidak bisa diandalkan, tidak sah, dan tidak bisa dibenarkan,"
Menanggapi temuannya, organisasi HAM itu menyerukan PBB agar membuka penyelidikan atas tindakan brutal itu.