NAWACITAPOST.COM - Tentara cadangan mogok, militer Israel terancam ambruk. Secara tak langsung, kekuatan militer Israel terancam menghilang.
Dengan semakin banyak tentara cadangan yang enggan bertugas, karena parlemen meloloskan rancangan undang-undang (RUU) pertama yang akan membatasi sistem peradilan di negara itu.
Kepala Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan mogok kerja para tentara cadangan bakal sangat memengaruhi kompetensi salah satu militer terbaik dunia itu.
"Pada saat ini, IDF kompeten. (Namun) jika pasukan cadangan tidak bertugas untuk waktu yang lama, akan ada kerusakan pada kompetensi tentara. Ini adalah proses bertahap yang akan terpengaruh sesuai dengan kehadiran pasukan cadangan," kata Hagari dikutip CNN internasional
Ancaman mogok massal di tubuh militer seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Israel. Militer bahkan sampai memohon-mohon agar pasukan cadangan tetap berada di pos mereka.
Hal itu disampaikan Kepala Staf Umum IDF Herzi Halevi pada Selasa saat bicara kepada pasukan cadangan yang menolak bertugas.
"IDF membutuhkan Anda. Hanya dengan bersama-sama kita akan melindungi rumah kita bersama," kata Halevi.
Nyaris 10 ribu tentara cadangan menyatakan bakal mogok kerja sebelum RUU "kewajaran" diloloskan parlemen pada Senin (24/7). Menurut Hagari, jumlah pasukan yang memutuskan mogok ini pun terus bertambah.
Peneliti senior di The Institute for National Security Studies (INSS) di Tel Aviv, Chuck Freilich, mengatakan Israel saat ini berada di "titik belok" sepanjang sejarah, di mana "langkah-langkah ekstrem mungkin harus diambil" guna mengatasi krisis yang ada.