Kamis, 4 Juni 2026

Arab Saudi Larang Warganya Kunjungi Indonesia dan 15 Negara Lain, Ada Apa?

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Senin, 23 Mei 2022 | 14:21 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Kementerian Luar Negeri RI buka suara soal keputusan terbaru pemerintah Arab Saudi yang melarang warganya bepergian ke Indonesia.

Juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, mengatakan Indonesia telah meminta pemerintahan Raja Salman meninjau kembali aturan tersebut menyusul kondisi Covid-19 di RI yang terus membaik.

"Kemlu sudah menyampaikan ke pihak Saudi untuk meninjau kebijakan tersebut karena kondisi di Indonesia sudah jauh lebih baik, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa negara Barat sekalipun," tutur Faizasyah kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/5).

Faizasyah mengaku belum mendapat info terbaru terkait apakah Saudi telah merespons permintaan Indonesia itu.

Arab Saudi diketahui melarang warga negaranya bepergian ke 16 negara termasuk Indonesia. Hal tersebut diumumkan Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Arab Saudi pada akhir Sabtu (21/5) lalu.

Menurut laporan Saudi Gazette, selain Indonesia, Saudi melarang warganya pergi ke Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia dan Ethiopia.

Saudi juga melarang warganya berpelesir ke Republik Demokratik Kongo, Libya. Vietnam, Armenia, Belarus dan Venezuela.

Kendati demikian, dari 16 negara tersebut hanya Republik Demokratik Kongo yang menunjukkan peningkatan kasus Covid-19.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Indonesia tampak menurun dibanding pada Februari lalu. Kasus Covid-19 di Indonesia dalam sepekan rata-rata tercatat 263 kasus baru per hari.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo bahkan melonggarkan sejumlah aturan pembatasan Covid-19. Di antaranya mencabut aturan wajib bermasker di luar ruangan, menghapus kewajiban tes PCR bagi pendatang dari luar negeri, dan menghilangkan aturan jaga jarak di commuter line (KRL).

Hingga kini total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6,05 juta kasus dan 157 ribu meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan di Arab Saudi juga meyakinkan publik bahwa tidak ada kasus cacar monyet yang terdeteksi di negara tersebut. Abdullah Asiri, Wakil Menteri Kesehatan untuk kesehatan preventif mengatakan, bahwa Saudi memiliki kemampuan untuk memantau dan menemukan kasus yang diduga cacar monyet dan juga memerangi infeksi jika ada kasus baru yang muncul.

“Hingga saat ini, kasus penularan antar manusia sangat terbatas, sehingga kemungkinan terjadinya wabah, bahkan di negara yang telah mendeteksi kasus, sangat rendah,” kata Asiri.

Pada Sabtu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan 414 infeksi baru COVID-19, dengan angka mingguan mengalami peningkatan lima kali lipat dibandingkan dengan yang terlihat hingga Maret dan April. Sekitar 81 kasus kritis, dengan kematian terkait COVID-19 dilaporkan.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB