Kamis, 4 Juni 2026

Waspada! Wabah Cacar Monyet Langka Menyebar di Eropa, WHO Beri Peringatan

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Jumat, 20 Mei 2022 | 10:53 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Otoritas kesehatan di Amerika Utara dan Eropa telah mendeteksi puluhan kasus yang diduga atau dikonfirmasi dari monkeypox atau cacar monyet sejak awal Mei, memicu kekhawatiran penyebaran penyakit endemik di beberapa bagian Afrika.

Badan Keamanan dan Kesehatan Britania Raya (UKHSA) mengonfirmasi tujuh kasus cacar monyet di London dan Inggris bagian timur laut. Satu kasus disinyalir terjadi setelah bepergian ke luar negeri.

Melansir Live Science, kasus cacar monyet berpotensi menyebar ke luar Britania Raya. Pasalnya, kasus serupa telah ditemukan di Amerika Serikat.

Selain itu, dua negara Eropa lainnya yakni Spanyol dan Portugal juga baru mengonfirmasi kasus yang sama. Di Spanyol, ada delapan kasus potensial yang sedang diinvestigasi.

Sementara di Portugal, otoritas kesehatan setempat telah mengonfirmasi adanya lima kasus dan lebih dari selusin kasus lainnya sedang diinvestigasi. Di wilayah Amerika Utara, Kanada menjadi negara terakhir yang mengonfirmasi adanya kasus cacar monyet.

Melansir Channel News Asia, kasus cacar monyet lazimnya terjadi di Benua Afrika khususnya di bagian barat dan tengah. Kasus cacar monyet pertama kali ditemukan di Kongo pada 1970.

Penyakit cacar monyet ditandai dengan simtom mirip flu semisal demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Namun setelah dua minggu, penderita biasanya akan pulih.

Saat ini, Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC) Britania Raya masih menginvestigasi kasus cacar monyet yang terjadi. CDC meneliti kemungkinan penyebaran virus cacar monyet terjadi antar-manusia

Biasanya, kasus cacar monyet terjadi karena penderita bepergian ke daerah endemik. Atau, penderita biasanya berinteraksi dengan hewan yang telah terjangkit sebelumnya.

"Ini sangat jarang dan tidak biasa," kata Dr. Susan Hopkins selaku Kepala Penasehat UKHSA. "UKHSA segera menginvestigasi kasus ini karena bukti menunjukkan adanya transmisi virus cacar monyet di tengah komunitas, menyebar lewat kontak yang erat," ujarnya menambahkan.

Sebagai upaya mitigasi penularan virus Monkeypox atau cacar monyet, WHO meminta masyarakat untuk tetap menerapkan kebiasaan hidup sehat seperti rajin mencuci tangan dengan sabun.

"Selain itu, penting pula menjaga kebersihan tangan menggunakan sabun dan air atau pembersih berbasis alkohol," tegas WHO.

Disarankan juga untuk menghindari kontak fisik dekat dengan hewan yang bisa jadi inang virus cacar monyet yaitu hewan pengerat, primata, dan marsupial.

"Sementara vaksin dan pengobatan khusus terkait Monkeypox, masing-masing sudah tersedia di tahun 2019 dan 2022. Namun, tindakan pencegahan ini belum tersedia secara luas," jelas WHO

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB